14 Oktober 2014

Garung-Sumbing

Ada yang tidak akan cukup jelas diulang dalam tuturan apapun
 
Pada bisu angin senjamu berhembus,
membisikkan hampa.

Pada tenang daunmu melambai-lambai,
saling beradu pasrah dengan kehidupan sepi lainnya.

Pada sejuk udaramu,
yang mesra mencium setiap doa.

Pada tenang bayangan batuan menjulang,
yang sering menyamar jadi ketakutan.

Pada setiap belai lembut kabutmu,
mengusap dan menghapus semua keringat putus asa.

Pada sunyinya malam bercerita,
soal bintang-bintang, langit hitam, atau bulan timbul tenggelam.

Pada hutan-hutan lebat seberang jurang-jurang curammu,
yang sengaja digelapkan tanda tanya.

Pada suara-suara asing entah apa,
yang ramah di setiap obrolan dalam batin.

Pada lekuk tajam sungaimu,
yang sering membelokkan arus, arus pemikiran.

Pada rumput-rumput, bunga-bunga, dan harapan
yang menghijau dan bermekaran.

Pada ransel-ransel penuh muatan,
yang cerewet bertanya-tanya kapan atau dimana pemberhentian berikutnya.

Pada langkah-langkah kaki lelah,
dan setiap jejak dibelakangnya.
Ada yang tidak akan cukup jelas diulang pada tuturan apapun.

Terutama pada kenyataan,
bahwa aku dan kamu sama.
Kita adalah bagian kecil.
Dari semesta.

(Garung, 2 Oktober 2014)


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar