8 Oktober 2014

ampas kopi..


Berbutir-butir, warnanya pekat, terasa pahit. 
Seperti ampas kopi.
Seperti rindu tidak tersampaikan.

Diaduk-aduk dan dibuat jatuh perlahan.
Seperti ampas kopi. 
Seperti harapan.

Diaduk-aduk, diguncang, tidak dianggap. 
Tapi tak benar-benar larut dan menghilang.
Seperti ampas kopi. 
Seperti kenangan.

Disesalkan karena kepahitannya.
Tanpa tau nikmat seperti apa disetiap sesapnya.
 
Seperti ampas kopi. 
Seperti hidup. 

Sering terabaikan, terkadang memusingkan, dan ibu bilang tidak baik jika berlebihan. 
Tapi efek candunya luar biasa membuat ketagihan. 
Seperti minum kopi. 
Seperti mencintaimu.


mengampas dan mengendap didasar gelas
pada 7 Oktober 2014,
menjelang dini hari

Tidak ada komentar:

Posting Komentar