18 September 2014

Apa Kabar?

Apa kabar?

Hari Rabu kemarin dilewati dengan rutinitas yang sama seperti hari sebelum-sebelumnya. Dimulai dengan bangun jam setengah enam pagi, beres-beres dan langsung ke sekolah lokasi PPL. Karena sudah tidak ada jadwal ngajar di kelas, kita hanya nongkrong dan ngobrol-ngobrol gila di posko PPL yang kemudian dilanjutkan di kantin sekolah sambil ngopi, sebuah rutinitas biasa selama KKN-PPL. Rutinitas, yang tak terasa sudah dilalui selama dua setengah bulan ini.

Agak melow juga beberapa hari belakangan ini ketika ngobrol sama teman-teman PPL UNNES, anak-anak OSIS atau anak kelas 1 sampai 3 kebanyakan, dan guru-guru tentu saja. Yang sering bilang; “mas mbak-mbak udah mau pergi ya.. jadi sepi lagi dong”... “mas, besok sering-sering main kesini lagi ya, atau kalo kita ke Jogja ditemenin mainnya”... “mas, besok jadi guru sini aja, ngajarnya itu lho enak banget”... “mas, jangan lupa RPP semester dua ya, besok kasihkan soft file nya ke saya”... “yaa, kalau kalian pergi, jadi sepi dong”...

Yah, sebenarnya biasa sekali, kita pergi karena memang sudah waktunya harus pergi. People come and go, but the moment well spent always stay.

Selama dua setengah bulan ini, kita mahasiswa KKN-PPL belajar banyak. Banyak sekali. Terutama belajar tentang kehidupan dan bagaimana berjalan didalamnya. Mungkin kamu juga. Tapi, pengalaman ber-KKN sebagian besar orang tetaplah yang paling membekas, paling tidak selama beberapa tahun semasa kuliahnya.

KKN dan PPL di dua tempat; yaitu di sekolah dan di kampung memberi banyak warna dan pengalaman baru bagi semua orang yang benar-benar menjalaninya. Termasuk kita sekelompok. Apalagi lokasi KKN kita ada di tempat asing (di Magelang utara). Dan ditempat yang bagi kita asing inilah, kita mendapatkan semuanya; pelajaran, pengalaman, keluarga baru, perspektif baru, cara pandang terhadap sesuatu atau seseorang, dan banyak lainnya. Sejuta terimakasih dan sejuta syukur atas KKN-PPL serta orang-orang luar biasa didalamnya.

Selama KKN ini kita banyak berpikir; ternyata ada banyak sekali hal-hal dan pelajaran berharga yang terlewatkan begitu saja pada kehidupan sehari-hari sebelum KKN. Kehidupan yang cepat di Jogja membuat hampir semua orang selalu mengejar-ngejar apa yang diinginkannya selalu, tanpa sesekali berhenti sejenak dan membuat perenungan atasnya.

Ketika KKN, semua proses hingga sesuatu terjadi atau terlaksana dan hal-hal kecil didalamnya terekam dengan jelas sekali. Kita belajar, kalau punya sesuatu yang ingin diperoleh kita bertanggung jawab untuk mengusahakannya dari awal dan memastikan pelajaran apa yang dapat diambil setelah hal itu diperoleh.

Kalau kamu, apa yang kamu pelajari selama dua setengah bulan ini?.. banyak atau sedikit?.. ah, ini tidak perlu ditanyakan sebenarnya. Bukankah setiap nafas kita mengandung pelajaran bagi mereka yang mau memikirkan hal-hal yang dianggap tidak penting bagi kebanyakan orang (seperti ini) ?

Pembelajaran ada disela-sela waktu antara tarikan dan hembusan nafas, di sela-sela antara kaki kiri dan kanan yang melangkah berjalan, diantara jeda paragraf buku yang senang kamu baca, dan spasi diantara kata-kata yang kamu tulis malam-malam setelah lelah dengan hidupmu seharian.. mari kita ambil intisari atas itu semua, bersama-sama.

People come and go, orang datang dan pergi.. bukan cuma orang, perasaan juga. Mari membiasakan diri dengan itu. Kita hanyalah pejalan yang mampir-mampir ditempat yang kita sukai atau kebetulan kita harus mampir. Kita tidak berhak memiliki, meninggali, atau menempati, apalagi merusak.

Kita adalah pejalan, kita juga datang dan pergi. Kita tidak berhak mengakui, merasa memiliki, atau menangisi perpisahan. Kita cuma berhak mengambil intisari, pembelajaran atas semua ini.

Banyak orang yang yang terlibat selama dua setengah bulan KKN ini. Orang datang dan pergi, berusaha saling mengenali, juga mencari kecocokan. Lalu, dari orang-orang yang datang dan pergi selama ini, pasti ada yang meninggalkan bekas pada pikiranmu (atau mungkin juga perasaanmu) ?.. ya atau tidak? mari kita ambil intisari dan pembelajaran atas itu semua, bersama-sama.

Hei, kamu apa kabar?
Ketika aku sedang belajar,
Kamu apa kabar?

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar