28 Agustus 2014

pada sebuah jeda antara bosan dan lupa

Untuk Microsoft Word:
Cinta adalah selembar halaman kosong Ms Word.
Aku adalah jari, kamu adalah pointer.
Yang diantara kita tidak ada yang berani memulai cerita.

Untuk Winamp:
Pada playlist lagu di winamp yang berulang-ulang.
Ada sela kosong.
Sebuah jeda.
Antara detak hidup bergantian. Sebagai sunyi. Menjadi puisi.

Untuk Corel Draw:
Not Responding diam tak bergerak.
Tapi cinta: lebih diam daripada malu, lebih beku daripada kaku.

Untuk mengakhiri semuanya:
Tidak ada kelegaan melebihi save-close pada setiap pekerjaan lepas tengah malam.
Kecuali sosok dirimu pada setiap pertemuan, lepas jiwaku.

    ***

puisi? sajak? lirik? syair? entah apa nama ocehan diatas, yang jelas semuanya ditulis pada saat pekerjaan di Ms Word dan Corel Draw sedang macet, kemarin malam. Macet dalam arti sebenarnya dan macet karena sudah bosan.

Lalu, lebih tepatnya mungkin bisa disebut "puitwit" seperti kata Joko Pinurbo. Kenapa? karena nulisnya di twitter dan isi maksimal 140 karakter.

Tapi apapun itu, nikmati saja bosanmu, biar lewat mengalir sampai menjauh dan tidak terlihat lagi. Halah.

    ***

Untuk-mu: 
Jika selamat pagi adalah dirimu.
Aku seperti dering bel sekolah yg nyaring tepat jam tuju.
Selalu ada dirimu disetiap sapa murid pada guru.

Magelang, 27 Agustus 2014
menjelang dini hari

18 Agustus 2014

Are You My -lost- Stardust Partner?

“I always liked the idea of all those unknown people lost in the world”

Adalah kata yang diucapkan oleh Celine dalam sebuah dialog di film Before Sunrise. Yang kurang lebih berarti: kita tidak pernah tau atau mau mempedulikan apa-apa yang terjadi pada orang yang tidak kita dikenal.

Kemudian disambung: “if none of your family or your friends knew you were dead, then it’s like not really being dead.” 

Is that evil ideas right?...

Film ini selain romantis (karena genrenya memang romance), ternyata juga punya dialog-dialog yang ajaib. Banyak pesan-pesan yang menurut saya sengaja tidak ditonjolkan tapi sangat bagus, dan ajaib. Bagi yang belum tau film ini silakan searching, fyi film ini adalah proyek film yang dibuat sekuel per sembilan tahun (wow). Sekuel pertama (Before Sunrise) rilis tahun 1995, sekuel kedua (Before Sunset) rilis tahun 2004, sedangkan yang ketiga (Before Midnight) rilis tahun 2013. Btw, saya baru nonton yang Before Sunrise.

Tentang quote dari dialog tersebut.. apakah kita benar-benar tidak punya hubungan dengan orang yang kita tidak (atau belum) kita kenal? Benarkah kita benar-benar tidak punya hubungan sama sekali? Lalu bagaimana dengan terminologi Butterfly Effect yang membuktikan bahwa segala sesuatu yang terjadi di dunia ini terkoneksi dengan kejadian-kejadian lainnya. Sub-bagian dari Chaos Theory (silakan buka wikipedia).

“Kita tidak punya hubungan apa-apa dengan orang yang kita tidak tau” adalah semacam pernyataan yang terlalu tergesa-gesa. Kalaupun benar kita tidak pernah punya hubungan dengan kejadian atau sesuatu yang dialami orang lain, lalu bagaimana dengan kehidupan dan segala yang terjadi yang sudah berjalan sejauh ini?

Butterfly Effect adalah istilah dalam Chaos Theory (teori sistem yang tidak teratur). Dalam penjabarannya justru teori ini sangat mengakui segala hal yang ternyata saling berhubungan dan sangat berkaitan, sebab-akibat, aksi-reaksi. Sekecil apapun hal yang dilakukan akan punya dampak tersendiri di kemudian hari. Atau dalam istilah bencana, sekecil apapun kesalahannya pasti akan membawa akibat buruk.

Contoh ironik yang paling dekat dari qoutes tersebut ada di awal film ini. dimana Celine dan Jesse yang pada awalnya hanya dua penumpang kereta biasa, saling berbicara karena sama-sama merasa terganggu dengan keributan yang dilakukan sepasang suami-istri di gerbong tersebut. Kemudian mereka terlibat obrolan tentang pasangan yang baru saja pergi sambil tetap bertengkar tersebut. Yang diawali dengan; ..“have your ever heard that as couple grow get older, they lose ability to hear each other?”..

Mereka berdua kemudian mengobrol banyak hal tentang pasangan, tentang hidup dari sudut pandang mereka masing-masing, tentang soulmate..

Apakah kejadian kenalan tadi hanya kebetulan semata? Bagaimana kalau mereka tidak naik kereta tersebut? Bagaimana kalau suami-istri yang ada didekat mereka tidak bertengkat? Atau malah tidak naik kereta tersebut? Lalu kalau Jesse tidak berinisiatif membuka obrolan dengan Celine, apakah akan terjadi dialog-dialog selanjutnya sepanjang film, yang saya katakan ajaib tadi?

Balik lagi ke quotes Celine. Jadi kalaupun sebelumnya kita tidak/belum saling tau dan kenal, apakah hal-hal yang pernah kita lakukan tidak akan mempengaruhi apapun? Misalnya seseorang bisa bertemu-kenalan-dan jatuh cinta (ah, this shitty word again) karena tanpa sengaja menemukan sebuah buku catatan atau sketch book orang lain yang tercecer. Kemudian mulai membuka buku tersebut, jadi tau apa yang pemiliknya lakukan sebelumnya, dan merasa tertarik. Dan pada akhirnya bertemu. Ini drama banget, tapi bukan itu intinya.

Intinya adalah, kita tidak bisa memilih (atau menduga), dengan siapa saja kita berbicara atau bertemu seharian nanti, atau jatuh cinta pada siapa setelah ini. Bisa saja orang yang sudah sangat kita kenal, atau orang yang bahkan tidak terpikirkan sama sekali. Yang ketemu saat mengantri bareng di sebuah bank, atau saat mencari buku di sebuah perpustakaan. Kita pasti tidak pernah berpikir tentang hal-hal tersebut sebelumnya.

Walau saat ini kita tidak berpikir sama sekali tentang orang-orang yang akan kita temui di “masa depan”. Tapi saya percaya, apa yang kita lakukan hari ini atau sebelum-sebelumnya, akan berpengaruh terhadap semua kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi pada diri kita. Termasuk pada siapa kita nanti akan bertemu, berbicara, dan jatuh cinta.

"we're like two stardust, that lost a few billion years ago by one big bang. We have done exploring all the time and distance. And we'll shine when we ready to meet each other."

 where are you?

6 Agustus 2014

dibuang sayang: Testimoni Terakhir Kabid MJ 2013

Saya sempat shock ketika pertama kali diminta untuk jadi kabid JI selanjutnya, awal 2013. Bukan apa-apa, saya hanya merasa tidak pantas untuk diberi kepercayaan setinggi itu, apa iya saya bisa?..

Sebenarnya mudah saja untuk berkata “tidak” waktu itu, lebih banyak alasan untuk menolak daripada mengiyakan. Tapi apa iya pantas untuk saya menolak permintaan tersebut. Ketika seorang anak diminta bantuan untuk ikut meneruskan perjuangan membangun rumahnya sendiri, padahal dia tinggal setiap hari disana.

Dan saya, dengan segala kekurangan dan niat untuk belajar pada akhirnya mengiyakan permintaan jadi kabid (waktu itu masih JI) oleh ketua HMPG 2013, Jay. Ujian pertama bagi saya adalah tantangan untuk mengubah nama JI menjadi MJ (media dan jaringan), tidak mudah untuk melakukan prosesi pergantian nama tersebut.

Disamping tanggung jawab yang lebih besar sebagai pioner, luasan cakupan bidang yang juga lebih luas membuat beban “menjadi kabid” terlihat semakin berat saja.

Tapi, pada perjalanannya beban berat itu menjadi benar-benar hanya “terlihat” saja.

Pada kenyataannya beban yang semula terlihat berat terbagi dan terpikul bersama-sama oleh teman-teman saya di MJ; Susan, Gilang, Rohmad, Anesia, Hatece, Riri, Nitya, Lila, Kartika ditambah adek-adek magang; alif, sartika, alfath, membuat beban yang pa-da awalnya terlihat berat dan mustahil untuk dikerjakan sendirian menjadi pecahan-pecahan obrolan ringan, candaan-candaan yang mengisi hampir 80% setiap kumpul rutin, juga diskusi-diskusi sok serius me-nentukan pembagian tugas untuk kegiatan selanjut-nya.

Dan salah satu hasilnya adalah majalah yang sedang anda pegang ini.

Buat kalian yang namanya tertulis diatas, saya tidak punya kelebihan apa-apa dibanding kalian. Yang saya punya hanyalah tanggung jawab yang lebih besar untuk HMPG sebagai kabid.

Bagi saya kalian bukan hanya penopang saya, yang hanya saya butuhkan bantuannya untuk membantu beban saya. Persetan dengan beban saya sebagai kabid, karena itu memang tanggung jawab saya sendiri. 
Keberadaan kalian lebih dari itu.

Keberadaan kalian di MJ dan di HMPG adalah bukti nyata. Bahwa nyatanya tidak hanya saya saja yang jatuh cinta pada almamater kita. HMPG.


(dimuat di GEOMAGZ edisi terakhir 2013)