2 Juli 2014

Selamat Menjalankan Ibadah KKN-PPL Bagi yang Menjalankan!!

Pertama-tama, selamat menjalankan ibadah puasa bagi yang menjalankan.
Kedua, jangan lupa sarapan tiap pagi.. ini penting, biar puasanya kuat sampai akhir nanti.

Cuma mau nyampah, awal puasa tahun ini bertepatan dengan dimulainya KKN-PPL sayah di sebuah SMA yang letaknya berada dipinggir jalan lintas Magelang-Semarang dan di sebuah kampung disekitar situ (iya, lupa nama kampungnya).

Akhirnya, KKN-PPL yang dinanti-nanti itu, yang dipergunjingkan sepanjang semester kemarin, yang menjadi fenomena selain Kosta Rika di piala dunia, dan yang dinanti-nantikan (kapan selesainya, tentu saja) dimulai juga.

Menurut legenda turun temurun, KKN adalah masa-masa seorang mahasiswa diuji kemahasiswaannya. Diuji ilmunya yang dipelajari selama ini, atau mungkin maksudnya bukan diuji, tapi belajar hidup langsung ditengah-tengah masyarakat (yang antah-berantah).

Dari situ kita akan tau seberapa kuat nya daya tahan hidup kita untuk bisa survive, dan pada saat-saat yang dibutuhkan akan dapat mengeluarkan apa yang selama ini masih terpendam dalam diri kita pada saat kepepet yang dibutuhkan.. hft.

Saya sendiri, secara random dapat lokasi KKN di daerah Magelang Utara, sebuah daerah yang cukup sejuk dan eksotis, dan belum semacet Jogja. Awalnya saya nggak pernah tau ini akan jadi kabar buruk atau kabar baik, tapi KABAR GEMBIRA UNTUK KITA SEMUA, KULIT MANGGIS KINI ADA EKSTRAKNYA!!!.. *digampar

Ber-KKN di daerah Magelang Utara berarti meninggalkan rumah, meninggalkan Jogja dengan segala rutinitas, kesibukan dan keruwetannya. Meninggalkan sesuatu yang sudah akrab bisa juga berarti meninggalkan zona nyaman yang selama ini kita nikmati.

Iya, saya baru belajar.. bahwa hidup ini (menurut Raditya Dika di salah satu bab di Manusia Setengah Salmon) adalah potongan dari perpindahan-perpindahan kecil yang terus-menerus terjadi setiap waktunya. Kita tidak bisa melawan, kita hanya perlu berdamai dengannya.

Perpindahan-perpindahan tersebut adalah perpindahan dari satu zona nyaman ke zona nyaman lainnya. Bagaimana ketika kita lulus SMA, kita harus pindah kekehidupan yang lebih luas, meninggalkan teman-teman SMA yang sudah akrab, perpindahan juga terjadi ketika kita dipaksa untuk berpindah hati dari satu orang yang sudah dirasa nyaman, untuk menemukan orang lain yang dianggap akan membuat nyaman. Lalu bagaimana kita (yang merantau) meninggalkan keluarga yang sudah pasti sangat akrab untuk pindah ketempat lain dan menemukan keluarga baru disana, yang pada akhirnya pasti juga berpisah.

Yang berat dari perpindahan-perpindahan ini adalah proses perpindahan itu sendiri, mengetuk pintu rumah yang baru, memberi salam kepada penghuninya, berusaha mengenali dan membiasakan diri, dan pada akhirnya menjadi begitu akrab. Hingga kemudian berpisah lagi.

Perpindahan dari satu zona nyaman ke zona nyaman itu nyata. Dan konsekuensi-konsekuensi yang harus diperjuangkan dari proses tersebut juga nyata...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar