11 April 2013

ForeFathers - Jebraw

Tanpa bermaksud melupakan dan mengabaikan seberapa lama blog ini nggak terurus dan nggak pernah dibuka, mari kita bernyanyi riang gembira lalala.. oke abaikan saja. Tadi pas lagi youtube-an, nemu video forefathersnya Jebraw. Yang dinyanyikan si Jebraw di Indonesia Travel Series (Jalan-Jalan Men). Oke, sejak pertama saya lihat Jalan-Jalan Men itu (sekitar habis lebaran dulu) saya memang suka banget sama lagu-lagu yang dinmainkan Jebraw pake ukulelenya itu, lagu-lagunya.. uhh, so.. nggak-nggak, bukan so sweet, tapi so awesome.

iya, paragraf pertama itu memang pengalihan isu dari berita kalau blog ini sudah jadi sarang zombie saking lamanya nggak dibuka..

Baiklah, abaikan, balik lagi, fokus ke masalah.. nah, salah satu lagu yang Jebraw nyanyikan adalah forefathers. Saya nggak tau, itu lagu siapa, atau malah lagunya Jebraw sendiri. Tapi yang pasti lagu itu pecahh banget di Jalan-Jalan Men, kalau nggak salah yang pas di scene setelah sampai puncak gunung purba Nglanggeran (nggak tau bener atau nggak, males mbuka jalan-jalan men lagi).

Karena memang pas banget sama scene itu yang pas menjelang sunset di puncak gunung dan agak-agak kelam gitu. Dan lagu forefather yang nggak tau kenapa bagus banget itu terdengar pas-dalem-jadi-tenang-adem-ayem-dan-lupa-tugas-selamanya. Pokoknya bikin males mikir apa-apa, termasuk tugas itu.

Dan tadi, pas lagi menjalankan ritual (yutub-an) nyoba-nyoba searching band-band macam Sore, Angsa Serigala, White Shoes & The Couples Company, Efek Rumah Kaca, dan sebangsanya. Di related videonya tiba-tiba muncul Jebraw-Forefathers. Seketika itu pula saya langsung kalap, ngeklik video itu, dan makan beling sambil teriak-teriak.. oke yang terakhir itu emang kalap beneran.

Nah, saya lalu dengan perasaan riang gembira dan senang hati nonton video itu di yutub, lalu.. kamfreet, loadingnya lamaa... karena lama, saya pun ke berjalan perlahan menuju kulkas berniat ngambil makanan. Dan setelah buka kulkas.. kaamfret lagi, nggak ada apa-apa di dalamnya.. okelah, sepertinya sudah takdir saya harus nonton video forefahers-jebraw tanpa makanan.

Nah, saya memang nunggu bufferingnya sudah penuh biar kalau nonton enak dan nggak terputus-putus. Dan, yak, saya benar-benar excited lagi, jadi lupa ingatan tugas juga pastinya. Ternyata, lirik forefathers itu dalem banget.. (soalnya di video ada liriknya). Contohnya, lirik yang sebelum masuk ke reff dan yang reff nya itu, awesome banget. Ini liriknya:

“one things I realize about this day
Ow have we learn a thing more true
From what our forefathers left...

Have we learn
Have we learn
From our forefathers

Have we change
Have we learn
From the past

Yesterday was that you learn
Tommorow is that for us to dream
And today is that for us to live our life
To change for the better”

Sampai disini, buat yang masih nggak paham seberapa bagusnya lirik ini, saya jadi terpikir, sia-sialah sudah google translate dibuat untuk kita.. Dan, ya memang bagus. Nggak perlu diartikan satu-satu perkata, yang memang nggak perlu (banget).. karena saya males mencari kamus.

Intinya, seberapa jauh langkah kita saat ini, hari ini, kehidupan saat ini, itu berasal dari perbaikan-perbaikan kecil yang terus dilakukan dari generasi ke generasi sebelum kita sampai saat ini untuk mencapai sesuatu yang lebih baik. Dan otomatis kita juga masih berada dalam misi yang sama dengan pendahulu kita, untuk memperbaiki keadaan yang sudah ada, dan menjadikannya lebih baik untuk masa depan.

Kira kira begitu sih, dilihat dari lirik-lirik “heve we learn, have we change, from the past, to change for the better” ya, mmang awesome. Waktu sering lihat jalan-jalan men dan ada lagu forefathers itu, saya nggak kepikiran kalau lagu ini se-awesome dan se-pecah ini. saya kira mungkin Cuma lagu-lagu biasa yang dinyanyikan oleh presenter yang bersuara bagus. Tapi, selain salah besar, juga sangat dangkal sekali analisa saya. dengan lagu seperti ini, liriknya yang pecah, musiknya yang masih sama pecahnya, juga visualisasi scene nya pas sunset. Ternyata memberi perpaduan yang nggak hanya dinikmati secara audio-visual saja dalam bentuk video jalan-jalan men, tapi juga sangat bisa dinikmati untuk ketenangan batin dan jiwa.

Nah selain itu, saya juga terkagum dengan sudut pandang atau perspektif si pencipta lagu dalam menulis liriknya. Harusnya masing-masing dari kita lah yang harus merefleksikan sendiri-sendiri kehidupan kita. Karena memang, nggak hanya penulis lagu, kita-pun sebenarnya punya semangat, punya kecenderungan untuk introspektif dengan kehidupan orang di masa lalu, lalu kehidupan masing-masing saat ini, ditambah dengan kemampuan merancang masa depan. Tapi, si penulis inilah yang memang punya kesadaran dalam merefleksikan hal ini lebih dari kita..

Kira-kira begitu sih #abaikan


Tidak ada komentar:

Posting Komentar