31 Desember 2012

in 2012 to remember before dancing in 2013


Jadi ini malem tahun baruan ya.. tapi dari tadi sore malah hujan. Yaudah sih ya, anggap saja alien dan semesta sedang berkonspirasi untuk membahagiakan kaum jomblo. Nggak setiap hari juga kan kaum jomblo bahagia, setiap malem minggu mereka tersiksa, setiap liburan mereka tersiksa, setiap ada film bagus di bioskop mereka tersiksa, dan setiap malam taun baru mereka juga tersiksa..

Tapi berhubung malam taun baru ini hujan, disyukuri aja jadi banyak orang yang ikut merasakan apa yang dirasakan jomblo-jomblo dalam kesehariannya. Sendiri, diam, kedinginan, dalam keheningan.. dan paling tidak, salah satu sikap tenggang rasa dan toleransi dalam pelajaran PKn sudah dipraktekan pada saat-saat seperti ini.

Jadi sebenarnya apa sih tahun baru? kenapa mesti ada tahun baru? untuk apa sih ada tahun baru? Kok sendirian dan nggak kemana-mana tahun baruan?.. emm, pertanyaan yang terakhir sebenarnya nggak perlu ditulis juga kayaknya.

Tergantung kita sendirinya sebenarnya dalam memaknai tahun baru. Dan kebanyakan orang-orang memakai tahun baru sembagai momen untuk merefleksikan apa-apa saja yang sudah dilakukan, yang sudah dilalui, yang dikerjakan, yang sudah dicapai, dan yang belum dicapai di tahun yang lama. Lalu membuat resolusi dan berdoa agar di tahun baru ini apa yang belum dicapai bisa tercapai, apa yang masih kurang bisa diperbaiki, apa yang menjadi penghambat untuk maju bisa diatasi. Dan itu memang sudah seharusnya seperti itu.

Karena kita hidup dan melompat-lompat dalam dimensi waktu yang dibatasi oleh hari, bulan, dan tahun. Sudah seharusnya kita sebagai manusia yang hidup didalam dimensi waktu tersebut berserah diri kepada Yang berkuasa atas waktu. Mensyukuri apa yang sudah kita peroleh dalam batasan waktu selama ini, dan memhohon kepadaNya agar di waktu yang akan datang kita tetap diberi kemudahan untuk kembali mendapatkan “perolehan-perolehan”, juga masih diberi kesempatan untuk memperbaiki kesalahan-kesalahan di waktu lalu dan menjadi lebih baik diwaktu yang akan datang.

Dan bicara tentang tahun 2012 ini, banyak sekali pelajaran-pelajaran dan hal-hal yang tidak bisa dilupakan begitu saja buat saya. Pasti nggak mungkin lah ya ditulis semuanya, tapi sekedar sebagai pengingat dan sebagai catatan pribadi. Inilah beberapa yang saya sangat ingat:

JANUARI
 Tahun baruan bareng “dia”, tahun barunan ke 2 kalinya dan akhirnya jadi tahun baruan bareng terakhir. Sepanjang Januari spertinya nggak ada yang terlalu diingat, soalnya libur semester.

FEBRUARI
 Awal pertama nge-blog setelah diyakinkan oleh seorang teman dan Alhamdulillah sekarang masih tetep bisa menulis di blog, walau nggak tau apa yang ditulis. Mulai menjadi pengurus HMPG, masuk jadi staf Jurnalistik dan Informasi, mendapat tanggung jawab memegang blog HMPG (jadi admin). Yang sampai sekarang saya merasa belum bisa menjadi admin yang baik.

MARET
 Awal masuk semester 2, mulai banyak tugas berdatangan. Tapi, berkat kesatuan dan persatuan anak-anak NGGOSUteam, semua teror tugas bisa diatasi dengan mengerjakan bersama setiap ada tugas. Bahkan berlanjut sampai sekarang.

APRIL
Awal kejenuhan saya sebagai ketua di organisasi pemuda kampung. Sejak awal dipilih saya sudah merasa tidak siap dan bilang tidak bisa. Tapi dengan dukungan semua teman-teman dan bimbingan mereka, khususnya senior-senior semua mulai bisa dikendalikan. Walau kejenuhan dan perasaan selalu jadi yang disalahkan selalu muncul. Masih ada “dia” selalu sebagai pendukung dan motivator sejati.

MEI
masih selalu didera tugas-tugas semester 2 yang membabi buta. Masih tetap ditemani “dia”. Ulang tahun terakhir dengannya.

JUNI
Ujian semester dimulai. Mulai stres dengan deadline laporan praktek Geografi Tanah dan praktek Kartografi. Mendapat berita yang sepertinya buruk. “dia” mencoba mendapatkan mimpinya. Mendaftar praktek tugas akhir di Jakarta. Bulan depan berangkat. Mengukur dengan segala kemungkinan.

JULI
Ujian selesai, praktek lapangan di Kebumen. Kurang seperti yang diharapkan. Ini praktek lapangan geografi fisik. Banyak yang menyesalkannya karena seharusnya di Parangtritis. But, show must go on. Cukup jadikan sebagai pengalaman dan bahan pelajaran. Awal bulan “dia” berangkat ke Jakarta. Dengan segala ketakutan dan segala janji untuk dipegang bersama. Mencari buku bareng di perpus kota sebagai perpisahan.

AGUSTUS
Bulan Ramadhan. Karena tidak ikut semester pendek, saya hanya lontang-lantung. Tiap hari kekampus Cuma nongkrong di hima. Main PES, gitaran, karambolan, tidur di hima sambil menyiapkan Semarak Geografi. Bulan Ramadhan dirumah masih tetap setia jadi peronda-peronda sahur yang (masih juga) didominasi pengangguran mcam saya. Mulai merasakan juga sensasi LDR. Menahan kangen, emosi setiap malam, dan ujian kesetiaan. Karena sama-sama pengalaman pertama, jadilah LDR ini LDR yang amat sangat labil. Tanggal 19 Agustus lebaran.

SEPTEMBER
Nggak jadi ke Jakarta. Crash beberapa minggu dengan “dia”. Tapi perlahan membaik. Awal masuk kuliah. Kembalinya si “Cethol” Imam yang di semester 2 sempat “vakum” nggak kuliah. Mulai menggila lagi dengan NGGOSUteam. Mulai menggila juga dengan persiapan Semarak Geografi. Awal dipilih jadi koordinator PDD saya merasa nggak sanggup dan sempat mlipir. Tapi dengan dukungan teman-teman dan melihat perjuangan mereka yang sama-sama keras, sedikit demi sedikit mulai masuk kembali ke jalur yang benar, ikut berjuang demi Semarak Geografi.

OKTOBER
camping kelas diadakan tanggal 5, acara kamping pertama kelas. Dengan embel-embel makrab kelas, dengan beberapa hambatan dan kendala dalam persiapannya. Akhirnya bisa tetap berjalan. Dan inilah kita! Keluarga yang saling mengerti #georeguler2011. Sehari setelahnya, ada fun bike dalam rangka ulang tahun organisasi pemuda di kampung. Pengalaman pertama jadi koordinator lapangan, bekerja dan berusaha bersama dengan teman selayaknya saudara. Banyak pelajaran darinya. Tanggal 20 Semarak Geografi dilaksanakan. Dan perjuangan kita hampir 5 bulan ini terbayar dengan hasil manis. Saya bangga menjadi bagian dari mereka, orang-orang luar biasa! #HMPG #SemarakGeografi.

NOVEMBER
Sebenarnya tanggal 20 Oktober (semarak geografi) bersamaan dengan wisuda nya. Dan saya tidak datang. Dua minggu “dia” dirumah, saya hanya beberapa kali datang. Beda sekali. Tanggal 10 jam sebelas malam dia sudah tiga hari kembali ke Jakarta, kata-kata terakhir keluar. Mencoba mengerti, mungkin memang garisnya seperti ini. Tidak bisa diluruskan seenak hati kita.

DESEMBER
Mencoba melupakan, melawan, dan menghibur diri. Membiarkan ingatan bermain lalu mencoba untuk menepisnya perlahan. Tidak bisa dipaksakan, hanya berusaha dan berusaha. Tetap melihat kedepan. Inilah garisnya. Ujian semester sudah didepan mata dan sampai saya nulis ini, ada dua tugas yang masih ada dalam folder “on progress”. Berdoa ujian ini lancar dan akan sukses.

Intinya 2012 ini luar biasa!!

Sekarang tinggal Berdoa, semoga bisa mengikuti dan memahami lalu mengikuti alur garis yang sudah diberikan-Nya dengan berserah diri.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar