4 Desember 2012

ALASAN MENGAPA KITA PERLU RESPEK PADA PEMILIK KOSAN YANG DIJADIKAN TEMPAT NONGKRONG


Ini adalah hal yang sangat umum buat kaum mahasiswa. Nge-kos atau ngontrak rumah sendiri adalah satu hal yang wajar apabila jarak rumah dengan kampus secara logis nggak bisa di tempuh sekali jalan. Ya, dikira-kira aja sih, kalau asal kamu dari medan, terus kuliah di Maluku Utara, misal kuliah mulai jam 7.00. Tapi karena kebiasaan, kita bangunnya jam 06.30. Pikir aja sendiri mau berangkat naik apa biar nggak telat.. lagian nggak ada angkot jurusan Medan-Maluku Utara juga kan..

Btw, ngekos atau ngontrak rumah sendiri, berarti kita akan belajar hidup sendiri dan mandiri. Yang berarti juga adalah kebebasan. KEBEBASAN! Nggak akan ada jam malam (kecuali yang ada) nggak ada orang tua yang harus dijaga perasaannya dan dipatuhi peraturannya (eh kecuali ibu/bapak kostnya potensial rusuh dan mukanya memancing emosi).. yah pokoknya, ngekos itu lebih bebas lah dari di rumah sendiri. Nah, saking nyaman dan bebasnya kos-kosan, mulailah, secara alami  akan dijadikan base-camp tempat nongkrong teman-teman sekampus.. asik sih iya, tapi kan, lama-kelamaan, batas keasik-an dalam pergaulan sesama umat mahasiswa akan kelihatan juga. Semakin lama semakin kelihatan betapa kalau kos-an kita dijadikan tempat ngumpul itu akan mengurangi esensi dari kata KEBEBASAN itu sendiri.

Dan ini beberapa poin mengapa hal ini perlu kita bahas:


1. NGGAK ADA PRIVASI
 Intinya kita keluar dari rumah dan tinggal sendiri kan supaya kita memiliki kebebasan melakukan hal-hal pribadi yang mungkin akan sangat canggung dan janggal kalau dilakukan dirumah. Misalnya, nonton film *tiit*, berduaan di kamar sama pacar maupun bukan pacar, tidur seharian tanpa disuruh makan-nyapu-nyuci-temenin-ibu-kondangan-atau-ke-pasar dsb. Tapi kalau kamar kita dijadikan tempat nongkrong, bisa dipastikan kamar tidak akan pernah sepi dari teman-teman. Apalagi kalau kosan dekat kampus, ada aja alasan mereka..  numpang nunggu jam kuliah lah, numpang nitip barang, numpang tidur, numpang nunggu macet, nunggu hujan, sampai nginep berhari-hari. Iya bisa sih ngunci pintu dan membereskan sandal atau sepatu yang diluar, biar dikira pergi. Tapi kan males juga kalo ditengah nonton film *tiit* sambil main-main tangan atau tidur siang pas hujan tiba-tiba ada yang ngetok-ngetok ngajak main.


2. SELALU BERANTAKAN
Beda ya kalau diberantakin sama orang lain dengan berantakan sama diri sendiri. Lebih nggak rela gitu rasanya. Apalagi kalau mereka suka sembarangan pinjam gelas, piring, sendok terus nggak dicuci habis dipakai. EMOSI. Tempat tidur baru diberesi udah ada yang niduri, bantal guling jadi berbau berbagai macam iler, buku-buku bertebaran dan nggak pernah ada yang balik ke rak, belum abu rokok dimana-mana, rambut rontok, ketombe dan sel kulit mati.. ERRR


3. MAKANAN CEPAT HABIS
Katakanlah weekend kemarin kita baru saja mudik, terus dibekali makanan macem-macem dari rumah.. beras lima kilo, rendang buat sebulan, keripik-keripik buat teman ngerjain tugas, mie, kopi, teh, susu, roti, dan lain lain untuk bertahan hidup. Lumayan untuk ngirit uang makan, bisa langsung kandas dalam sehari kalau ada teman-teman yang nongkrong.


4. BARANG-BARANG BANYAK YANG HILANG
Oke mungkin bukan hilang, tapi berpindah tempat. Dari kamar kita ke kantong teman. Yaa kadang-kadang kan suka pada pinjem pinjem gitu kalo melihat kita punya barang baru unyu, terus lupa dikembalikan. Asem. Ya resiko ini sih bisa terjadi kalo tinggal di rumah juga, cuma kalau kita ngekos dan tinggal sendiri, kan biasanya teman-teman nggak merasa terlalu canggung.


Ya, intinya gitu sih.. dan untungnya saya NGGAK NGE-KOS! Jadi yang biasanya selalu datang ke kos-an teman, nginep beberapa hari, numpang tidur, makan, pup, mandi, dan sebagainya lagi.. itu adalah SAYA... -__-“

Oke saya termotivasi buat nulis ini setelah tadi saya masuk ke kos-am teman saya itu, yang saat itu saya lagi bawa kunci kamarnya, iya KUNCI KAMARNYA.. saat saya masuk, saya melihat ke-berantakan-nya yang lumayan parah. Sempat terbersit niat tulus buat merapikannya, tapi nggak jadi. Saya jadi terpikir, saya tiap hari merecoki kehidupan teman saya ini. Dan baru sadar sekarang, kalau sebenarnya setiap orang juga sangat-sangat butuh privasi. Saya sempat berjanji dalam hati “oke, mulai besok saya akan mengurangi kebiasaan nongkrong di kos-an teman saya, dari yang setiap jeda kuliah jadi setiap istirahat setelah kuliah dan nunggu saat kuliah lagi dimulai”..

Tapi kadang-kadang hal-hal diatas nggak selalu sebanding dengan keseruan saat kita begadang sampai pagi bareng teman-teman, turnamen main PES, nonton bareng film-film *tiit*lagi, poker an sehari semalam, dan pesta kimia saat ke-galauan melanda.

CHEERS

terinspirasi dari salah satu artikel di malesbanget.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar