31 Desember 2012

in 2012 to remember before dancing in 2013


Jadi ini malem tahun baruan ya.. tapi dari tadi sore malah hujan. Yaudah sih ya, anggap saja alien dan semesta sedang berkonspirasi untuk membahagiakan kaum jomblo. Nggak setiap hari juga kan kaum jomblo bahagia, setiap malem minggu mereka tersiksa, setiap liburan mereka tersiksa, setiap ada film bagus di bioskop mereka tersiksa, dan setiap malam taun baru mereka juga tersiksa..

Tapi berhubung malam taun baru ini hujan, disyukuri aja jadi banyak orang yang ikut merasakan apa yang dirasakan jomblo-jomblo dalam kesehariannya. Sendiri, diam, kedinginan, dalam keheningan.. dan paling tidak, salah satu sikap tenggang rasa dan toleransi dalam pelajaran PKn sudah dipraktekan pada saat-saat seperti ini.

Jadi sebenarnya apa sih tahun baru? kenapa mesti ada tahun baru? untuk apa sih ada tahun baru? Kok sendirian dan nggak kemana-mana tahun baruan?.. emm, pertanyaan yang terakhir sebenarnya nggak perlu ditulis juga kayaknya.

Tergantung kita sendirinya sebenarnya dalam memaknai tahun baru. Dan kebanyakan orang-orang memakai tahun baru sembagai momen untuk merefleksikan apa-apa saja yang sudah dilakukan, yang sudah dilalui, yang dikerjakan, yang sudah dicapai, dan yang belum dicapai di tahun yang lama. Lalu membuat resolusi dan berdoa agar di tahun baru ini apa yang belum dicapai bisa tercapai, apa yang masih kurang bisa diperbaiki, apa yang menjadi penghambat untuk maju bisa diatasi. Dan itu memang sudah seharusnya seperti itu.

Karena kita hidup dan melompat-lompat dalam dimensi waktu yang dibatasi oleh hari, bulan, dan tahun. Sudah seharusnya kita sebagai manusia yang hidup didalam dimensi waktu tersebut berserah diri kepada Yang berkuasa atas waktu. Mensyukuri apa yang sudah kita peroleh dalam batasan waktu selama ini, dan memhohon kepadaNya agar di waktu yang akan datang kita tetap diberi kemudahan untuk kembali mendapatkan “perolehan-perolehan”, juga masih diberi kesempatan untuk memperbaiki kesalahan-kesalahan di waktu lalu dan menjadi lebih baik diwaktu yang akan datang.

Dan bicara tentang tahun 2012 ini, banyak sekali pelajaran-pelajaran dan hal-hal yang tidak bisa dilupakan begitu saja buat saya. Pasti nggak mungkin lah ya ditulis semuanya, tapi sekedar sebagai pengingat dan sebagai catatan pribadi. Inilah beberapa yang saya sangat ingat:

JANUARI
 Tahun baruan bareng “dia”, tahun barunan ke 2 kalinya dan akhirnya jadi tahun baruan bareng terakhir. Sepanjang Januari spertinya nggak ada yang terlalu diingat, soalnya libur semester.

FEBRUARI
 Awal pertama nge-blog setelah diyakinkan oleh seorang teman dan Alhamdulillah sekarang masih tetep bisa menulis di blog, walau nggak tau apa yang ditulis. Mulai menjadi pengurus HMPG, masuk jadi staf Jurnalistik dan Informasi, mendapat tanggung jawab memegang blog HMPG (jadi admin). Yang sampai sekarang saya merasa belum bisa menjadi admin yang baik.

MARET
 Awal masuk semester 2, mulai banyak tugas berdatangan. Tapi, berkat kesatuan dan persatuan anak-anak NGGOSUteam, semua teror tugas bisa diatasi dengan mengerjakan bersama setiap ada tugas. Bahkan berlanjut sampai sekarang.

APRIL
Awal kejenuhan saya sebagai ketua di organisasi pemuda kampung. Sejak awal dipilih saya sudah merasa tidak siap dan bilang tidak bisa. Tapi dengan dukungan semua teman-teman dan bimbingan mereka, khususnya senior-senior semua mulai bisa dikendalikan. Walau kejenuhan dan perasaan selalu jadi yang disalahkan selalu muncul. Masih ada “dia” selalu sebagai pendukung dan motivator sejati.

MEI
masih selalu didera tugas-tugas semester 2 yang membabi buta. Masih tetap ditemani “dia”. Ulang tahun terakhir dengannya.

JUNI
Ujian semester dimulai. Mulai stres dengan deadline laporan praktek Geografi Tanah dan praktek Kartografi. Mendapat berita yang sepertinya buruk. “dia” mencoba mendapatkan mimpinya. Mendaftar praktek tugas akhir di Jakarta. Bulan depan berangkat. Mengukur dengan segala kemungkinan.

JULI
Ujian selesai, praktek lapangan di Kebumen. Kurang seperti yang diharapkan. Ini praktek lapangan geografi fisik. Banyak yang menyesalkannya karena seharusnya di Parangtritis. But, show must go on. Cukup jadikan sebagai pengalaman dan bahan pelajaran. Awal bulan “dia” berangkat ke Jakarta. Dengan segala ketakutan dan segala janji untuk dipegang bersama. Mencari buku bareng di perpus kota sebagai perpisahan.

AGUSTUS
Bulan Ramadhan. Karena tidak ikut semester pendek, saya hanya lontang-lantung. Tiap hari kekampus Cuma nongkrong di hima. Main PES, gitaran, karambolan, tidur di hima sambil menyiapkan Semarak Geografi. Bulan Ramadhan dirumah masih tetap setia jadi peronda-peronda sahur yang (masih juga) didominasi pengangguran mcam saya. Mulai merasakan juga sensasi LDR. Menahan kangen, emosi setiap malam, dan ujian kesetiaan. Karena sama-sama pengalaman pertama, jadilah LDR ini LDR yang amat sangat labil. Tanggal 19 Agustus lebaran.

SEPTEMBER
Nggak jadi ke Jakarta. Crash beberapa minggu dengan “dia”. Tapi perlahan membaik. Awal masuk kuliah. Kembalinya si “Cethol” Imam yang di semester 2 sempat “vakum” nggak kuliah. Mulai menggila lagi dengan NGGOSUteam. Mulai menggila juga dengan persiapan Semarak Geografi. Awal dipilih jadi koordinator PDD saya merasa nggak sanggup dan sempat mlipir. Tapi dengan dukungan teman-teman dan melihat perjuangan mereka yang sama-sama keras, sedikit demi sedikit mulai masuk kembali ke jalur yang benar, ikut berjuang demi Semarak Geografi.

OKTOBER
camping kelas diadakan tanggal 5, acara kamping pertama kelas. Dengan embel-embel makrab kelas, dengan beberapa hambatan dan kendala dalam persiapannya. Akhirnya bisa tetap berjalan. Dan inilah kita! Keluarga yang saling mengerti #georeguler2011. Sehari setelahnya, ada fun bike dalam rangka ulang tahun organisasi pemuda di kampung. Pengalaman pertama jadi koordinator lapangan, bekerja dan berusaha bersama dengan teman selayaknya saudara. Banyak pelajaran darinya. Tanggal 20 Semarak Geografi dilaksanakan. Dan perjuangan kita hampir 5 bulan ini terbayar dengan hasil manis. Saya bangga menjadi bagian dari mereka, orang-orang luar biasa! #HMPG #SemarakGeografi.

NOVEMBER
Sebenarnya tanggal 20 Oktober (semarak geografi) bersamaan dengan wisuda nya. Dan saya tidak datang. Dua minggu “dia” dirumah, saya hanya beberapa kali datang. Beda sekali. Tanggal 10 jam sebelas malam dia sudah tiga hari kembali ke Jakarta, kata-kata terakhir keluar. Mencoba mengerti, mungkin memang garisnya seperti ini. Tidak bisa diluruskan seenak hati kita.

DESEMBER
Mencoba melupakan, melawan, dan menghibur diri. Membiarkan ingatan bermain lalu mencoba untuk menepisnya perlahan. Tidak bisa dipaksakan, hanya berusaha dan berusaha. Tetap melihat kedepan. Inilah garisnya. Ujian semester sudah didepan mata dan sampai saya nulis ini, ada dua tugas yang masih ada dalam folder “on progress”. Berdoa ujian ini lancar dan akan sukses.

Intinya 2012 ini luar biasa!!

Sekarang tinggal Berdoa, semoga bisa mengikuti dan memahami lalu mengikuti alur garis yang sudah diberikan-Nya dengan berserah diri.

30 Desember 2012

pada sebuah simpangan ingatan


keabadian kelam
dalam sunyi
seperti sepotong keresahan
saat senja sedikit bercahaya
aku sendiri
memangku keraguan
pada simpangan sepi menghijau
dijalan pulang menuju ingatan
rumah hatimu


senja semakin menampakkan kuasanya
ya, pada akhirnya kelam dan sunyi
seperti biasa
pada keresahan seorang diri
masih menunggu kelam benar-benar sunyi, untuk apa?
tetap sendiri..
pulangkah pada keraguan masa lalu?,
atau tetap berjalan?
meniti setiap tapak langkah
walau senja kelam dan sunyi
dan di simpanganmu yang kelam mengaburkan arah, yang pada akhirnya tujuan

“ah, lebih baik tetap berjalan, pelan”
Kataku, meyakinkan diri
walau arah jalan masih kelam, tapi suatu pagi pasti akan menerangi nanti
“berjalan adalah masalah waktu, dan kesabaran langkah”
walau senja, kelam

perjalanan tetap perjalanan, harus di tempuh
biar dituntun oleh kunang-kunang keyakinan
dan dibimbing batu pijakan pengharapan
sampai suatu pagi akan datang nanti

30 Desember 2012

27 Desember 2012

Hal-Hal Yang Hanya Ada di JOGJA...


Walaupun saya orang jogja asli, lahir, besar, dan terlanjur  ganteng dijogja, pokoknya ngapa-ngapain di jogja. Tapi, kalau ditanya apa-apa soal jogja, apapun soal Jogja, saya blank.. nggak tau apa-apa..

Ya, tapi nggak gitu-gitu juga kali ya. Saya masih ada sedikit pengetahuan tentang jogja, kota saya. Mungkin agak lumayan banyak juga. Seperti misalnya; di jogja ada Keraton, ada tugu Jogja, ada Malioboro, ada Alun-alunnya, ada andongnya, ada rel keretanya, ada perempatannya.. kan, banyak kan.. *pasang muka pengen digampar bolak-balik*

Tapi, selain itu. Sebenarnya ada banyak hal yang khas, yang hanya ada dan hanya bisa ditemui di Jogja. Atau paling tidak yang di kota lain jarang ditemui.

Dan, inilah beberapa hal yang menurut saya hanya ada atau paling banyak ditemukan di Jogja:

1. ANGKRINGAN

 
ini kalau di Jepang namanya.... oke, google translate lagi error, saya nggak tau 


Mungkin nggak hanya di Jogja juga sih, selain di Jogja, dimana-mana juga ada. Bahkan Angkringan sendiri menurut sejarahnya berasal dari Klaten. Tapi, tetep ya, yang paling terkenal, Jogja adalah pusat angkringan.

Yang belum tau, angkringan adalah semacam warung tenda yang ada dipinggir jalan. Yang beda dan menjadikannya unik, segala makanan yang di jual harganya nggak ada yang lebih dari Rp 5000-an. Nasi bungkus kecil (disebut juga nasi kucing) saja rata-rata hanya seharga Rp 1000.

Angkringan sendiri adalah istilah khas bahasa jawa yang berarti “nangkring” yang artinya duduk dengan posisi salah satu kaki lebih tinggi dari kaki yang lainnya. Padahal dalam budaya jawa, cara duduk seperti itu dianggap tidak etis dan tidak pantas, apalagi sambil makan. Tetapi, di warung angkringan yang memang sangat longgar dan tidak terpaku norma kesopanan, makan sambil duduk nangkring justru menjadi identitas tersendiri.

Maka dari itu banyak yang mengatakan kalau angkringan adalah simbol interaksi semua kalangan tanpa batas status sosial ataupun perbedaan lainnya. Mulai dari kalangan bawah; tukang becak, tukang parkir, pekerja, pelajar, mahasiswa atau penjual angkringan itu sendiri sampai kalangan diatasnya; pejabat, pekerja kantor, kerabat keraton, atau turis. Interaksi tersebut bisa kita nikmati dan rasakan  hanya saat kita berada di angkringan. 

2. WARUNG BURJONAN

padamu burjoo.. jiwa ragaa, kaamiii.. *mengheningkan cipta mulai*

Ini adalah warung makan, hampir mirip dengan angkringan sih. Bedanya burjonan nggak pakai tenda, tapi di indoor. Tapi sama-sama murah soal harga makanannya. Menunya biasanya yang simpel-simpel macam mi rebus, nasi telor, nasi ayam, bubur kacang ijo, bubur ayam, dan lain sebagainya.

Nah, burjonan sendiri biasanya ada di sekitar komplek atau kampung yang banyak kos-kosannya. Ya, pemilik burjonan sudah tau, kalau pikiran mahasiswa-mahasiswa nggak jauh-jauh dari ideologi “makan murah, yang penting kenyang sepanjang hari”. Intinya, dimana ada kos-kosan dan kontrakan mahasiswa, disitulah terdapat burjonan bertebaran. 

3. ADA MACAM-MACAM KOMUNITAS SEPEDA

 
oke, saya ngaku, di foto ini ada saya, makanya kelihatan bersinar-gimana-gitu ya..

 sarana khusus pesepeda.. (cuma di Jogja)

sarana khusus pesepeda.. (cuma di Jogja) II

Ya, di kota lain mungkin banyak juga komunitas sepeda. Tapi di jogja, komunitas isepedanya itu macam-macam. Ada komunitas sepeda onthel (sepeda tua), sepeda lowrider, sepeda tinggi, sepeda lipat, sepeda MTB, sepeda fixie, sepeda jengki, sepeda BMX, sepeda-sepedaan, ada komunitas yang nggak menentukan jenis sepeda apa untuk komunitasnya, jadi asalkan punya sepeda bisa bergabung. Sampai kounitas perusak dan pembenci sepeda pun juga ada, jadi kalau mereka melihat sepeda dijalan, mereka akan sangat bernafsu untuk menabraknya.

Ya, Jogja adalah kota pesepeda. Tanpa harus ada car free day, tanpa harus ada kebijakan melarang kendaraan bermotor. Pengendara sepeda tetap banyak ditemukan di jalanan Jogja. Karena di Jogja, semua pesepeda itu bersaudara. Untuk lingkungan yang lebih baik, mari bersepeda!! 


4. MAHASISWA BERTEBARAN

 

Ya, sebagai kota pelajar, di Jogja selain ada banyak Universitas atau perguruan tinggi. Secara otomatis juga ada banyak mahasiswa bertaburan disegala penjuru Jogja. Jadi nggak heran sih, kalau di setiap gang atau kampung ada kos-kosan, ada burjonan, ada angkringan, ada fotokopi-an, ada laundry-an, dan ada mahasiswa kelaparan.. *ups*

Dengan banyaknya mahasiswa dari berbagai daerah di Indonesia ini, maka Jogja juga sering disebut miniatur Indonesia. Kalau kita mau nyari atau meneliti. Pasti dari Aceh sampai Papua, pasti ada anak muda perwakilannya yang kuliah di Jogja. Kalau nggak percaya, ya coba buktikan aja.. hehehe


 
ini adalah makanan kebangsaan mahasiswa (terutama anak kos)

5. BANYAK STREET ART-NYA





 tuh kan.. di Jogja memang nyeni banget!

Jogja adalah kota seniman. Mungkin sudah banyak yang mempercayainya. Tapi, selain itu. Di jogja di setiap sudut jalannya juga banyak hasil karya seniman jogja-nya yang dipajang. Kalau ditelusuri, memang ada banyak mural, grafiti, atau poster. Tujuannya, selain untuk memanfaatkan ruang kosong yang ada dan untuk menghindari aksi vandalisme yang kebanyakan malah merusak. Akhir-akhir ini street art juga dijadikan sebagai media kritik terhadap pemerintah.

6. ADA SARKEM-NYA!!

salah satu destinasi wisata utama JOGJA!!


Ini cuma ada di Jogja. Dan hampir bisa dipastikan juga, setiap warga Jogja pasti tau tempat yang namanya SARKEM. SARKEM adalah nama kampung yang ada di utara Malioboro. Singkatan dari “Pasar Kembang”, tapi anda akan kecewa kalau anda kesana untuk mencari pasar yang jualan kembang. Walaupun namanya Pasar kembang, tapi didaerah itu tidak ada pasar yang jualan kembangnya, bahkan satu toko kembang pun tidak ada. Namanya “Pasar Kembang” tapi tidak ada yang jualan kembangnya. Sangat unik sekali..

Ya, ini adalah semacam strategi pemasaran suatu tempat tujuan wisata. Jenius sekali bukan? jadi buat anda yang penasaran dengan “Pasar Kembang” yang disana tidak ada toko kembangnya, silakan berkunjung!! Anda akan menemukan sendiri jawabannya. Karena Jogja adalah keindahan, wahai saudaraku..

7. ADA TUGU JOGJA NYA

nggak ada di tempat lain!!


Ya, di tempat lain nggak ada. Nggak ada yang menentang kan??! Berarti saya tidak mengada-ada. TUGU JOGJA HANYA ADA DI JOGJA.. NGGAK ADA DI TEMPAT LAIN! kalo nggak percaya, coba aja ke TOKYO, BUKTIKAN, PASTI DISANA NGGAK ADA TUGU JOGJA!!

By the way (oleh sang jalan) beberapa waktu yang lalau tugu Jogja sempat di renovasi dan di perbaiki, hasilnya.. tugu Jogja jadi tambah keren!! kalau nggak percaya ini foto nya:

tugu JOGJA yang terlanjur keren + seorang pria yang terlanjur sangar.. kolaborasi yang ideal!


Nah, yang diatas itu adalah versi saya.. mau info yang lebih bermutu dan lebih banyak tentang JOGJA?? kunjungi saja  www.yogyes.com/id/

karena JOGJA adalah sarkem  keindahan..

21 Desember 2012

Tentang AYAH


1. dia selalu membanggakan anaknya, bahkan sejauh apapun anaknya berbeda dengan mimpi-mimpi dan keinginannya dulu.

2. dia selalu memberikan kesempatan kepada kita untuk menang dalam sebua permainan. Tetapi saat kita dewasa, dia tidak ingin kita memberikan kesempatan padanya untuk menang atas kita.

3. dia mungkin tidak cukup tahu atau berilmu seperti kita, tetapi dia memiliki banyak pengalaman hidup yang selalu kita nanti-nantikan ceritanya.

4. dia mungkin tidak mengajarkan banyak hal, tetapi dia mengajarkan beberapa hal yang sangat kita butuhkan.

5. dia pasti ingin anaknya punya lebih banyak kesempatan daripada dirinya, menghadapi lebih sedikit kesulitan, dan lebih tidak tergantung pada siapapun, tapi dia berharap anaknya akan selalu membutuhkan kehadirannya.

6. suatu waktu dia membiarkan anaknya terjatuh dan tidak membantu berdiri lagi. Agar anaknya tau, ketika dia sudah tidak ada dan tidak bisa membantu, anaknya sudah terbiasa bangkit dan berdiri sendiri ketika jatuh.

7. dia hampir tidak pernah ada dalam album foto keluarga, karena dia yang memotretnya.

8. jangan sedih saat dia menolak ajakanmu untuk bermain bersama! Karena dia seseorang yang selalu menepati janji, mungkin dia sudah berjanji pada temannya untuk membantu pekerjaan temannya.

9. dia punya banyak rencana dan keinginan saat kita lahir, tetapi dia akan selalu merevisi rencana tersebut  seiring kita tumbuh besar dan menjadi diri kita sendiri. Ya, pada akhirnya rencananya menjadi kata “asalkan itu yang akan membuatmu nyaman”.

10. dia mulai melepaskan roda kecil di sepeda mini kita saat kita berkata “aku masih belum bisa”. Dan dengan penuh keyakinan dia akan berkata “kamu akan bisa setelah mencobanya!”. Dia membiarkan kita melakukan apa yang kita takutkan agar kita berani keluar dan menghadapinya.

11. mungkin dia bukan lawan bicara yang baik, lawan bermain yang menantang, atau lawan berdebat yang seru. Tapi dia adalah sahabat seumur hidup.

12. dia akan mengangkat kita, membiarkan kita duduk dibahunya, dan memberi kesempatan pada kita untuk melihat yang ada dalam suatu karnaval. Dan dia akan sangat senang saat kita menceritakan apa yang kita lihat, karena dia tidak sempat melihatnya.

13. dia mungkin hanya akan menyalami saat kita akan pergi jauh untuk waktu yang lama. Karena kalau dia memeluk, mungkin dia tidak akan bisa melepaskannya.

14. kita belum pernah melihatnya menangis, karena mungkin dia hanya menangis saat kita baru lahir.

15. dia akan mengingat-ingat masa sekolahnya dulu dan mungkin menyesalinya, ketika dia tidak bisa membantu kita mengerjakan PR.

16. mungkin ibu kita yang sering menelepon saat kita belum pulang lewat jam 12 malam, tetapi dia-lah yang selalu mengingatkan ibu untuk menanyakan keberadaan kita.

17. saat dia berkata “TIDAK” terhadap apa yang kita minta, sebenarnya saat itu dia sedang menahan gejolak batin yang hanya dirasakannya sendiri.

18. dia mungkin tidak tahu jawaban dari segala sesuatu yang kita tanyakan, tapi dia akan bersemangat membantu kita mencarinya.

19. mungkin dia sering berkata “maaf, ayah tidak bisa membelikanmu itu, ayah tidak punya cukup uang..” dia berkata demikian sambil menyesal. Saat itu dia pasti merasa telah gagal membuat anaknya tersenyum.

20. sorot matanya selalu berkata “ingatlah waktu-waktu terbaik yang sudah kita lalui, kau akan bangga karena kau pernah mengenalku, karena mungkin aku adalah batu pijak untuk lompatan-lompatan besar dalam mimpi-mimpi yang pernah kau ceritakan”.

21. tidak ada ayah yang sempurna, tapi cinta ayah selalu sempurna kepada anaknya.



“dia” adalah AYAH, pemilik cinta yang terabaikan.



beberapa video tentang cinta AYAH kepada anaknya yang saya temukan di youtube,  cukup menyentuh;


16 Desember 2012

Hal-Hal yang Dibutuhkan di Malam Senin


Ketika malam senin mulai datang mengganggu jiwa dan raga, sebaiknya kita harus berbuat apa? Biar nggak males-malesan lihat catetan-catetan tugas di binder.. bingung mau di kerjakan, di baca, atau dibakar buat mengusir nyamuk di kamar.

Oke, sebenarnya SAYA JUGA NGGAK TAU. Saya sendiri tiap malem senin seperti ini juga males-malesan elegan. Entah males-malesan elegan itu seperti apa.. memang sih, kalau dipikir-pikir lagi, hari Minggu ke Senin itu cepet banget, tapi dari Senin ke Minggu itu lama. Perlu waktu seminggu buat kembali dari Senin ke Minggu lagi, tapi cuma butuh sehari dari Minggu ke Senin. Ya, dunia dan alam semesta ini memang nggak adil.

Dan, setiap malem Senin, saya jarang ngerjakan tugas, walaupun itu buat besok paginya.. kecuali kalau harus (dan tugas itu memang harus dkerjakan kan ya).. but, sebelum mengerjakan tugas atau ngerjakan yang lain ada beberapa hal yang sering saya lakukan untuk sekedar menambah energi dan semangat malam Senin. Dan mau sedikit saya share ke teman-teman yang alhamdulillah sempat tersesat ke blog ini.

Dan ya, ini dia. Saya tambah semangat dan lebih segar di malam Senin karena:

1. Nonton film komedi, selain lucu dan membuat hepi, nonton film komedi juga menyegarkan pikiran ya. Film-film komedi biasanya dibuat oleh sutradaranya kan dengan proses kreatif yang tinggi dan banyak ide-ide atau inspirasinya. Nah, selain kita bisa terhibur, ketawa nonton film ini. Kita juga sangat bisa mengambil pelajaran dari film komedi. Seperti kreativitas bercerita dan leluconnya, kecerdasan kritiknya, atau ke-khasan karakternya.

Tapi, ada sedikit saran, kalau mau nonton film komedi, tontonlah film yang jarang di tonton, atau yang belum ditonton sama sekali.. nggak asik juga kan ya, nonton film warkop DKI yang sudah pernah nonton dari SD kelas 4 atau sudah ditonton selama dua minggu berturut-turut setiap hari, nggak ada lucunya sama sekali.

2. Membaca buku, nggak harus buku novel favorit, buku komedi favorit, atau buku komik favorit juga. Membaca buku pelajaran juga bisa menyegarkan pikiran, tapi ya pilih-pilih dong ya, buka apa yang mau di baca. Jangan sekali-kali membaca buku teori relativitas fisika atau buku pelajaran kimia, pokoknya jangan..

Jadi kalau niat kita cuma membaca buku kan kita tidak terbebani oleh pikiran bahwa kita harus menguasai semua yang ada di buku ini, walaupun ini buku pelajaran. Jadi bisa lebih santai dan lebih bisa paham maksud yang ditulis dalam buku itu apa, kok banyak rumus bertebaran, banyak angka bersilangan, ada gambar orang tua nya juga.. oh ternyata salah baca buku panduan meramal nomor togel.. -__-

3. Searching video parodi, komedi mockumentary, sitkom luar, atau cover lagu di Youtube, pernah lihat band Kufaku di youtube? Atau lypsinc lagu Justin Bieber yang hancur? Atau lihat chanelnya bena, pocongg, radityadika, atau malesbanget.com? atau lihat sitkom Big Bang Theory?

Hai anak muda, maka bersegeralah buka beberpa hal diatas di youtube, maka kalian akan menemukan banyak pencerahannya, sekian dan terima kasih.. (turun dari mimbar)

4. online, menyapa teman-teman. Intinya kan kita bosan dengan malem Senin karena kita sendiri kan? Jadi dengan kita online, berhubungan dengan dunia luar dan berkomunikasi tentunya very works. Walau endingnya malah lebih sering jadi bahan bullying sendiri.

ini blunder.. fatal


5. Nggak membahas masalah PACAR, KE-JOMBLO-AN, atau segala macam hal yang menyesatkan. Sumpah ini yang bikin saya sangat nggak niat buat melakukan apa apa tadi malam, saya hanya tidur dari jam 9 malam sampai jam 6 pagi. Padahal tau sendiri kan, tadi malem itu malam apa.. yak betul, malem minggu!! yaudah deh, semalaman kemarin cuma tidur dirumah saja #alibi

Ini semua gara-gara

 ya, saya masih sering mendadak buta kalau lihat gambar ini..



Udah dulu ya, sudah malem.. nggak enak Melody JKT48 udah nungguin dari tadi, nunggu di alam mimpi tapi.

12 Desember 2012

Hujan di Bulan Desember...

Ada sesuatu dalam hujan untuk dinikmati, romantisme suara rintik hujan yang turun membasahi tanah terus menerus dan suasana sendu, sepi, dan hangat saat melihat keluar. Memaksa pikiran untuk mengingat hal-hal yang sudah hampir dilupakan.

Mungkin perasaan seperti itu muncul dari rasa gelisah menemukan tempat berteduh dijalan, melihat jatuhan air ditanah yang terus menerus, diam sendiri dibalik kacamata yang menguap, dan pengharapan melihat pelangi selesai hujan yang bercampur jadi satu. Ya, hujan menghadirkan percampuran itu semua; gelisah, diam, dan pengharapan.

Dan di bulan Desember, hampir setiap sore turun hujan.

Banyak hal yang sering hanya ada saat hujan. Menyeka kaca helm yang basah saat masih dijalan, walau tau setiap diseka, akan tetap kena air hujan, lagi dan lagi. Pengulangan yang sudah kita tau hasilnya: sia-sia. Menyetel musik, lalu bernyanyi dan berteriak tanpa takut akan ada orang yang emosi. Karena suara hujan lebih keras. Seperti dibungkam, saya suka dibungkam seperti ini, dibungkam tanpa maksud oleh suara hujan. Ya, itu sering saya alami di bulan Desember.

Dan dibulan desember, di setiap liburan di bulan desember saat masih kecil nggak pernah melewatkan main hujan-hujanan di luar. Bermain bola saat hujan, berlari-larian. Mengecap rasa asin dibibir saat hujan, membiarkan tubuh di jatuhi butiran air yang kadang terasa seperti kerikil. Berlari, berteriak di bawah hujan bersama teman-teman, membayangkan di tempat lain juga seperti ini. Menghirup bau tanah saat hujan reda. Dan bersama-sama menunggu, menunggu munculnya pelangi yang tidak selalu datang.

Lalu melihat butiran air yang hampir jatuh diujung ranting dan daun, yang memantulkan sinar pelangi, keindahan yang tidak akan dilewatkan siapapun juga.

Tapi hujan di bulan Desember sering mendatangkan badai, Dengan kemampuannya untuk merusak, menghancurkan yang telah ada. Menyapu yang pernah di bangun. Menelan semuanya dalam satu kali waktu. Badai dengan angin kencang, suara menggelegar, dan kilatan petir menakutkan siapa saja yang melihatnya. Badai bisa membuat orang hilang. Badai bisa membuat orang bimbang. Badai bisa, menyesatkan. Dan saya takut badai seperti ini.

Ketika badai datang saat hujan seperti itu, yang dibutuhkan adalah keberanian untuk keluar dan menari di bawah hujan, menghentikan badai dan melawan rasa takut.

Sama seperti yang dilakukan oleh suku di Ethiopia. Menari untuk menghentikan badai dan hujan yang menakutkan. Ya, yang dibutuhkan hanyalah keberanian untuk keluar dan menghadapinya.

Saya juga sedang berusaha keluar, mencoba berani, menari, menghadapi kenyataan.
Melupakan kamu yang pernah ada di beberapa Desember yang lalu.

Menghentikan badai dalam hujan-ku, dengan tarian. Melupakan yang sudah ada.


Hei, kamu! Pegang tanganku. Ayo menari bersama!
Meredakan badai dan hujan, dan melupakan semua yang pernah terjadi (denganmu)....

4 Desember 2012

ALASAN MENGAPA KITA PERLU RESPEK PADA PEMILIK KOSAN YANG DIJADIKAN TEMPAT NONGKRONG


Ini adalah hal yang sangat umum buat kaum mahasiswa. Nge-kos atau ngontrak rumah sendiri adalah satu hal yang wajar apabila jarak rumah dengan kampus secara logis nggak bisa di tempuh sekali jalan. Ya, dikira-kira aja sih, kalau asal kamu dari medan, terus kuliah di Maluku Utara, misal kuliah mulai jam 7.00. Tapi karena kebiasaan, kita bangunnya jam 06.30. Pikir aja sendiri mau berangkat naik apa biar nggak telat.. lagian nggak ada angkot jurusan Medan-Maluku Utara juga kan..

Btw, ngekos atau ngontrak rumah sendiri, berarti kita akan belajar hidup sendiri dan mandiri. Yang berarti juga adalah kebebasan. KEBEBASAN! Nggak akan ada jam malam (kecuali yang ada) nggak ada orang tua yang harus dijaga perasaannya dan dipatuhi peraturannya (eh kecuali ibu/bapak kostnya potensial rusuh dan mukanya memancing emosi).. yah pokoknya, ngekos itu lebih bebas lah dari di rumah sendiri. Nah, saking nyaman dan bebasnya kos-kosan, mulailah, secara alami  akan dijadikan base-camp tempat nongkrong teman-teman sekampus.. asik sih iya, tapi kan, lama-kelamaan, batas keasik-an dalam pergaulan sesama umat mahasiswa akan kelihatan juga. Semakin lama semakin kelihatan betapa kalau kos-an kita dijadikan tempat ngumpul itu akan mengurangi esensi dari kata KEBEBASAN itu sendiri.

Dan ini beberapa poin mengapa hal ini perlu kita bahas:


1. NGGAK ADA PRIVASI
 Intinya kita keluar dari rumah dan tinggal sendiri kan supaya kita memiliki kebebasan melakukan hal-hal pribadi yang mungkin akan sangat canggung dan janggal kalau dilakukan dirumah. Misalnya, nonton film *tiit*, berduaan di kamar sama pacar maupun bukan pacar, tidur seharian tanpa disuruh makan-nyapu-nyuci-temenin-ibu-kondangan-atau-ke-pasar dsb. Tapi kalau kamar kita dijadikan tempat nongkrong, bisa dipastikan kamar tidak akan pernah sepi dari teman-teman. Apalagi kalau kosan dekat kampus, ada aja alasan mereka..  numpang nunggu jam kuliah lah, numpang nitip barang, numpang tidur, numpang nunggu macet, nunggu hujan, sampai nginep berhari-hari. Iya bisa sih ngunci pintu dan membereskan sandal atau sepatu yang diluar, biar dikira pergi. Tapi kan males juga kalo ditengah nonton film *tiit* sambil main-main tangan atau tidur siang pas hujan tiba-tiba ada yang ngetok-ngetok ngajak main.


2. SELALU BERANTAKAN
Beda ya kalau diberantakin sama orang lain dengan berantakan sama diri sendiri. Lebih nggak rela gitu rasanya. Apalagi kalau mereka suka sembarangan pinjam gelas, piring, sendok terus nggak dicuci habis dipakai. EMOSI. Tempat tidur baru diberesi udah ada yang niduri, bantal guling jadi berbau berbagai macam iler, buku-buku bertebaran dan nggak pernah ada yang balik ke rak, belum abu rokok dimana-mana, rambut rontok, ketombe dan sel kulit mati.. ERRR


3. MAKANAN CEPAT HABIS
Katakanlah weekend kemarin kita baru saja mudik, terus dibekali makanan macem-macem dari rumah.. beras lima kilo, rendang buat sebulan, keripik-keripik buat teman ngerjain tugas, mie, kopi, teh, susu, roti, dan lain lain untuk bertahan hidup. Lumayan untuk ngirit uang makan, bisa langsung kandas dalam sehari kalau ada teman-teman yang nongkrong.


4. BARANG-BARANG BANYAK YANG HILANG
Oke mungkin bukan hilang, tapi berpindah tempat. Dari kamar kita ke kantong teman. Yaa kadang-kadang kan suka pada pinjem pinjem gitu kalo melihat kita punya barang baru unyu, terus lupa dikembalikan. Asem. Ya resiko ini sih bisa terjadi kalo tinggal di rumah juga, cuma kalau kita ngekos dan tinggal sendiri, kan biasanya teman-teman nggak merasa terlalu canggung.


Ya, intinya gitu sih.. dan untungnya saya NGGAK NGE-KOS! Jadi yang biasanya selalu datang ke kos-an teman, nginep beberapa hari, numpang tidur, makan, pup, mandi, dan sebagainya lagi.. itu adalah SAYA... -__-“

Oke saya termotivasi buat nulis ini setelah tadi saya masuk ke kos-am teman saya itu, yang saat itu saya lagi bawa kunci kamarnya, iya KUNCI KAMARNYA.. saat saya masuk, saya melihat ke-berantakan-nya yang lumayan parah. Sempat terbersit niat tulus buat merapikannya, tapi nggak jadi. Saya jadi terpikir, saya tiap hari merecoki kehidupan teman saya ini. Dan baru sadar sekarang, kalau sebenarnya setiap orang juga sangat-sangat butuh privasi. Saya sempat berjanji dalam hati “oke, mulai besok saya akan mengurangi kebiasaan nongkrong di kos-an teman saya, dari yang setiap jeda kuliah jadi setiap istirahat setelah kuliah dan nunggu saat kuliah lagi dimulai”..

Tapi kadang-kadang hal-hal diatas nggak selalu sebanding dengan keseruan saat kita begadang sampai pagi bareng teman-teman, turnamen main PES, nonton bareng film-film *tiit*lagi, poker an sehari semalam, dan pesta kimia saat ke-galauan melanda.

CHEERS

terinspirasi dari salah satu artikel di malesbanget.com