30 November 2012

Menulis Karena Membaca, mari membaca sebelum menulis


Yap, kata-kata itu yang sering, sering banget malah. Saya dengar atau saya baca dari guru, dosen, orang-orang pinter, dan lainnya. But, why? Mengapa harus membaca dulu baru bisa menulis? Kan kalo di SD mana saja belajarnya nulis huruf dulu baru belajar membaca.. tapi ini bukan SD, jadi beda..

So, buat yang mau bisa dan lancar menulis, banyak-banyaklah membaca.. *di kalimat ini, sepertinya saya lebih terlihat sedang berusaha menasehati diri sendiri*

Oke, hobi saya dari kecil memang membaca. Iya, membaca, kalian nggak salah dengar kok.. dan nggak usah banyak komen. Apa saja yang kelihatan ada tulisannya pasti akan saya baca, terutama tulisan yang ada di bagian dada kaos cewek..... *digampar*

By the way (oleh sebuah jalan) membahas kata hobi, di kamus besar bahasa indonesia (KBBI) hobi adalah kesukaan. Ya, definisinya memang cuma satu kata.. tapi mungkin juga bisa panjang, atau mungkin ini hanya karangan hasil bisa-bisaan saya saja... Tapi, berhubung saya males nyari, yaudah lah anggep aja itu yang benar.. Sebenernya sih, yang paling bener, saya cuma tau definisi “kesukaan” itu dari teman yang sering buka KBBI. Soalnya dia anak sastra bahasa Indonesia.

Baiklah, lupakan definisi. Itu nggak penting. *sumpah, yang ini terdengar cool banget..*

Jadi saya memang suka membaca. Hobi baca ini sudah ada sejak saya masih SD. Kira-kira sejak kelas 3 SD. Sebenarnya pas pertama masuk SD, pelajaran membaca yang masuk pelajaran Bahasa Indonesia, adalah pelajaran yang tidak saya sukai selain 4 pelajaran lain yang juga tidak saya sukai. Intinya sih saya nggak suka dengan semua pelajaran yang ada, karena pas kelas 1 SD, pelajarannya cuma 5 mata pelajaran. Sebagai anak-ingusan-kelas-1 SD-yang-masih belum-tau-apa-fungsi-titit-selain-buat-pipis. Saya lebih seneng main-main diluar daripada ikut pelajaran. Ya, ini beda dengan di SMA.

Tapi nggak perlu dijelaskan kan ya, bagaimana kronologinya saya bisa mulai membaca, berhitung, menulis, menggambar, dan hapal nama-nama anggota JKT48 sampai kini saya bisa jadi anak teladan di sekolah..

Singkat cerita, saya mulai suka membaca apa saja sejak kelas 3 SD (sekitar 2001-an). Dan waktu itu yang lagi booming adalah Sheila On7. Serius, di tahun-tahun itu, band asli Jogja ini bener-bener gila. Semua orang suka dan hapal lagunya, mulai dari anak TK yang masih sering PUP sembarangan sampai mbah-mbah yang sering lupa kalau baru PUP dicelana, semuanya suka.. kecuali yang tidak.

Dan sebagai anak kecil yang belum bisa membedakan antara semut jantan dan semut betina (sampai sekarang juga belum bisa sepertinya), apalagi membedakan sebuah band. Mendadak saya juga jadi fans nya Sheila On7. Mulai dari minta dibelikan poster sampai nulis-nulis kata-kata “Sheila on7”, “So7”, “wisnu on7”, “wisnu eross on7”. Ya, sebuah masa kecil yang terlalu alay.

Berawal dari itulah, saya jadi mulai sering baca-baca koran, majalah, tabloid, atau majalah. Berhubung tetangga saya pegawai agen koran(bahasa halusnya loper koran), jadi gampang lah kalau mau baca apa saja.. hehehe. Itu semua saya lakukan untuk mendapatkan update info atau lihat-lihat fotonya Sheila on7. Walaupun saat itu nggak terlalu paham dengan apa yang ditulis di koran-koran (sebagai anak SD kelas 3, yang bodoh, itu hal yang wajar).

Sejak saat itu saya mulai mikir, kalau baca-baca dikoran, kita jadi tau apa-apa yang orang lain belum tentu tau. Dan membaca mulai merubah cara berpikir primitif-anarkis-agresif-anak SD kelas 3 saya jadi cara berpikir primitif-anarkis-agresif-anak SD kelas 3-yang mulai suka membaca. Dan mulai saat itu, saya menganggap kalau membaca, apa saja, adalah hal penting yang menyenangkan. Sepenting cuci tangan pakai sabun setelah BAB.

Masih di tahun yang sama (2001), adalah tahunnya As Roma juara Seri A liga Italia (scudetto). Dan mulai tahun ini juga saya jadi Romanisti, setelah sering nonton siaran langsungnya di TV. Saya selalu excited kalau pas nonton As Roma main. Satu-satunya alasan saya suka As Roma waktu itu karena mereka pas bagus-bagusnya dan berhasil juara Seri A, nggak kebayang kalau waktu itu yang jadi juara adalah Inter Milan, mungkin sekarang saya adalah suporter fanatiknya.. (cuma nggak suka Inter aja sih).

Dan tentunya juga saya nggak pernah melewatkan berita-berita update As Roma di koran atau di tabloid olahraga. Walau sepert biasanya saya hanya suka melihat foto-foto yang ada disana. Tetapi seperti yang sudah saya tulis, ditahun-tahun itulah saya mulai suka membaca.

Sebagai anak SD kelas 3 yang suka Sheila on7 dan As Roma, saya jadi sering membayangkan cita-cita saya nanti mau jadi apa. Dengan idola sebuah band dan sebuah klub bola. Alangkah kerennya kalau saya jadi pemain As Roma, jadi striker mereka, mendapat operan dari Francesco Totti, dan mencetak gol ke gawang Lazio sambil koprol-koprol bilang wow.

Atau membayangkan jadi salah satu personilnya Sheila on7, konser kemana-mana, dielu-elukan oleh banyak cewek, walaupun retsleting celana masih sering kebuka sendiri..

Atau malah bisa jadi keduanya sekaligus, jadi personil Sheila on7 dan memakai kostum kebanggan As Roma lengkap dengan sepatu bolanya saat konser. Atau bermain sepakbola membela As Roma, sambil nenteng-nenteng gitar sambil nyanyi-nyanyi “aaku puulang, tanpaa dendam....” eh, kalau lagu yang ini, nggak ada gitarnya kayaknya ya.. yah pokoknya gitu.

Saat itu yang ada dipikiran saya sebagai anak SD kelas 3 adalah : main bola-As Roma-main bola-Sheila on7-As Roma-main bola-sambil sesekali belajar. Cukup kompleks, memang..

Memang, saat itu saya hanya membaca hal-hal yang saya sukai saja. Tapi dari membaca hal-hal yang disukai tersebut, lama-lama dan perlahan mulai membaca hal lain. Misalnya saat kita membaca koran hanya di bagian olahrag asaja, pasti walaupun tidak saya inginkan, tapi saya baca yang halaman pertama atau tengah-tengah juga. Dan otomatis saya juga jadi membaca hal-hal lain selain yang saya cari dari membaca koran ini.

Dampaknya saya jadi lebih banyak tau daripada teman seumuran saya. Misalnya saat ada pertandingan bola yang tidak disiarkan, saya otomatis jadi pertama yang tau karena sudah membaca.  Kalau pasang taruhan bisa memprediksi hasilnya. Atau saat kita sedang membicarakan hal apa saja (misalnya cara-cara budidaya ikan cupang), yang ternyata saya sudah pernah membacanya di koran. Dan hasilnya saya jadi lebih sering mendominasi. Rasanya saya yang paling ngerti apa saja.. hahaha

Dan omongan yang keluar dari mulut saya, mereka langsung percaya gitu aja. Ini, tentu saja menimbulkan pikiran jahat dan licik di kepala saya. Mereka mulai saya berdayakan dan saya takut-takuti dengan cerita-cerita hasil ngarang-ngarang nggak mutu saya.

Tetapi, sepintar-pintarnya tupai melompat akhirnya kena follback juga.. dan sepintar-pintar dan selicik-liciknya anak SD kelas 3, masih lebih pintar dan licik anak SD kelas 4. Monopoli di kelas 3 saya berakhir saat memasuki kelas 4. Karena ada beberapa anak kelas 4 yang nggak naik kelas, dan memang, anak kelas 4 memang lebih licik dari anak kelas 3..

Praktek perbudakan dan penindasan zaman Romawi kuno pun segera diterapkan.. SIAL.

NB : let read your little note, keep safely done, and write..

18 November 2012

Curhatan Sesat Tentang nge-Blognya Gembel (part 1)


Pertama-tama, bagi yang sempat tersesat atau nggak sengaja terdampar di blog ini. Lalu tanpa sopan santun bertanya: situs macam apa ini? apa-apaan ini, ada gembel cederung gila bisa punya blog? atau bahkan ada pertanyaan; ini internet lagi nggak error kan? kok di internet muncul link absurd seperti ini?

ini adalah blog saya.. saya Wisnu Putra Danarto, 20 tahun, laki-laki, WNl, mata kanan minus 3

ya, saya memang mantan atlet badminton

saya mulai ngeblog sejak pertengahan bulan februari tahun ini, pas pertama selesai baca komik kambing jantan #2 nya Raditya Dika. Padahal dulu pas peertama saya baca kambing Jantan versi buku dan komik #1 nya saya nggak ada pikiran sama sekali buat serius nulis dan mempublikasikan tulisan..

Sebenernya perjalanan ngeblog saya ini nggak mulus-mulus banget, nggak lancar-lancar juga.. Dimulai dari menemukan kenyataan bahwa di bulan pertama blog saya ini muncul, baru 20 an visitor yang sempat nyasar kesini. Waktu itu saya sempat hampir putus asa, antara mau tetap nulis di blog atau mau membakar komputer saya.

Tapi setelah saya lihat-lihat blog teman, dan baca-baca cerita di blog-blog yang sudah tingkat dewa, saya jadi sadar.. memang benar, dimana-mana yang namanya baru merintis dan belum berpengalaman, pasti banyak menemukan kesulitan. Hampir mirip saat kita mau buka usaha tambal ban. Harus tetap tekun dan konsisten pada mimpi awal. Apapun halangannya.

Pada perjalanannya semakin banyak saya mosting, semakin banyak saya nulis. Sebenarnya juga belum terlalu banyak visitor juga sih. Traffic saya masih berkisar pada maksimal 2 visitor per hari, itu sudah termasuk saya sendiri yang sering buka-buka blog sendiri (ciri-ciri blogger gagal). Sampai pada satu waktu dimana saya mosting tentang tips-tips buat menghindar dari kuliah kartografi, saat itu postingan itu saya share di grup fb kelas, dan hasilnya traffic hari itu cukup membuat saya speechless, 30 visitor di hari itu!! Tapi setelah hari itu, kembali ke keadaan semula, 2 visitor perhari.. -_-“

Saya menemukan pencerahan, kalau ingin blognya di baca dan dibuka orang lain, harus pintar-pintar menshare ke media-media sosial lain macam fb, twitter atau google+. Mulai saat itu, saya beranikan untuk promosi blog saya walaupun isinya nggak terlalu bermanfaat lewat grup-grup fb, lewat chat dengan teman, lewat twitt juga.

Baru ketika saya nulis postingan tentang ultras, jumlah visitor yang masuk perhari naik jadi berkisar antara 5-8 visitor. Dan mayoritas yang dibuka adalah postingan tentang ultras itu. Sampai sekarang visitor postingan ultras itu yang paling banyak, sekitar 2200 an. Saya menemukan pencerahan lagi. Kalau mau jumlah pengunjung dan pembaca banyak, tulisan kita harus bersifat umum dan bisa dibaca berbagai segmen.

Memang sih, di blog saya (yang saya sebut dunia saya) nggak ada hal-hal menarik atau ada sesuatu yang spektakuler.. di “dunia saya” ini juga nggak ada elang atau naga terbangnya, yang bisa ditumpangi saat kita terpaksa melawan monster atau mau beli obat di apotek, nggak ada cewek-cewek Korea-nya juga. At all biasa-biasa banget lah..

nggak seperti blogger-blogger pinter kebanyakan yang baru bikin blog, tiga bulan kemudian langsung naik haji atau naik kapal pesiar. Ya, sudah bisa ditebak kalau blogger-blogger serius tersebut menjadikan blog mereka sebagai tempat untuk berbisnis atau mencari keuntungan. Dan itu hal yang sangat biasa dalam dunia blog. Mereka menawarkan produknya di blog, mereka menarik pengiklan untuk mau beriklan di blog mereka. Otomatis pendapatan mereka semakin banyak.

Dan menurut hasil pengamatan saya, setidaknya ada tiga fokus yang biasanya di pegang oleh seorang blogger saat mereka membuat blog pertama kali:

1. pertama, menjadikan blog mereka sebagai lahan untuk mencari keuntungan dengan iklan-iklan dan ditambahi postingan populer atau berita berita terkini agar banyak pengunjung yang datang.

2. yang kedua, menjadikan blog sebagai sarana untuk membagi-bagikan ilmu bermanfaat dan sebagai tempat penyimpanan jurnal, karya, dan artikel ilmiah. Biasanya dilakukan oleh seorang guru, dosen, pendidik, atau motivator. Tapi diluar yang saya sebutkan ini, lebih banyak lagi orang-orang yang senang membagi-bagikan pengetahuan.

3. Atau yang ketiga, menjadikan blog nya sebagai tempat bercerita, tempat mencatat dan menulis hal-hal berarti yang dianggap terlalu sayang untuk sekedar dilewatkan begitu saja.

Dan saya memilih yang ketiga. Karena bagi saya, setiap orang dalam setiap waktu di hidupnya, menghasilkan perjalanan yang pasti menghasilkan banyak hal khusus yang tidak mungkin untuk dilupakannya. Sebagian dari mereka ada yang menceritakannya kepada orang lain. dan sebagian yang lain merasa perlu mencatatnya. Sekedar sebagai penanda  mereka pernah menjalani hal absurd bernama “kehidupan” dan pernah melakukan sesuatu di dalamnya. Untuk dicatat.

Karena cerita dalam ucapan pasti akan mudah dilupakan dan berlalu, tetapi cerita yang dicatat akan selalu ada dan tersimpan abadi..

Idealiss sekali............. --_ _ _ _--“

By the way (baca: dengan sang jalan) sengaja judul postingan ini ada embel-embel “part 1”-nya. Biar nanti curhatan sesat ini bisa diterusin. Tapi yaa nggak tau juga sih, kalau nanti tiba-tiba saya direkrut Real Madrid dan jadi males nerusin “part 2”-nya karena terlalu sibuk, motong rumput..  gampang, tinggal hapus aja kata “part 1” dari judul diatas.. hehehehe

14 November 2012

nggak sengaja nemu ini..

nemu buku tulis SMA.. ada tulisan ini..


Berjajar diantara jalanan basah, ranting-ranting patah, dan guguran daun
Dalam hujan malam
Aku lah kerinduan, mengadu pada awan
“bisikkan sesuatu pada mendungmu!!” Kataku

Malam..
Akulah malam,
Suatu saat akan membisikkan yang sama pada kerinduan
Kesunyian dalam kesendirian-lah,
kerinduan abadi
(21-12-2009)

11 November 2012

it's all over


Terima kasih..

Untuk setahun ini, yang sudah berlalu, yang terlalu manis untuk tidak dianggap sebagai sesuatu hal berarti..
Terima kasih untuk semuanya..

Untuk keindahan,
Untuk momen-momen tidak terlupakan,
Untuk kenyamanan,
Untuk semangat,
Untuk kehangatan,
Untuk perhatian,
Untuk warna,
Untuk mimpi,
Untuk inspirasi, dan
Untuk ingatan yang sudah membekas,
Saat bersama..

Bukan waktu atau jarak yang salah..
Kita lah pelakunya....

A year ago I wish to God, may God bless one special for me..
There, the best gift from God to me is you my Lin..
Since this time,i’m haven’t my best again..but i wish “my best gift” one year ago that called “you”, can be the best for another one lucky..


Ditulis pada 10-11-12 (23.50)
In being alone, without you, I love

9 November 2012

Di Tengah Malam ini......


Malam ini nggak hujan, tapi sepertinya jadi mendung buat saya.. ya, mungkin ini hanya perasaan saja, mungkin juga karena seharian tadi main PES 2013 kalah terus. Tapi mungkin, yang paling mungkin adalah karena tadi waktu pulang ke rumah dari kosan teman (gilang) saya dengar lagunya Nidji-kau dan aku dijalan..

Sepanjang jalan pulang itu saya jadi berpikir terus-terusan. Lagu ini, mengingatkan saya lagi dengan cinta tak berbalas pertama saya, hampir seperti platonic love. Hanya sebatas mencintai, mengagumi dan tidak berpikir lebih..

Entah mengapa mengingat “cinta tak berbalas” sambil dengar lagu Nidji-Kau dan Aku itu membuat saya merasa sedih, nostalgic, dan ada urgensi untuk menulis sesuatu. Ada semacam perasaan yang pengen keluar, pengen cerita, yang tidak bisa didefinisikan.

Dan malam ini sepertinya secara terpaksa saya harus mengingat hal paling menyakitkan lagi. Cinta tak berbalas.

Cinta tak berbalas saya terjadi sewaktu saya SMP kelas tiga. Dengan teman sekelas, yang gilanya ini terjadi saat dia masih pacaran juga dengan teman sekelas (teman sepermainan saya) dari kelas 2.. Jadi dalam hal ini cinta tak berbalas yang saya maksud bukan karena saya ditolak atau nggak dianggap. Tapi lebih karena antara kita, nggak ada yang pernah mengucapkan atau mengakuinya.

Diawali saat pertama masuk kelas 3. Tempat duduk saya yang ada dpojokkan kelas ternyata ada dibelakang tepat duduknya. Mulai saat itu kita jadi dekat, dari yang sebelum kelas tiga hanya teman sekelas yang tau sama tau dan hanya kenal saja. Jadi teman sekelas yang sering tukeran nulis-nulis nama di tangan masing-masing, dia nulis namanya di tangan saya dan saya, lebih sering menggambar Son Goku yang nggak pernah mirip aslinya dengan tambahan nama saya.

Semacam ada chemistry kalau dekat dengan dia. Dan dia, sepertinya juga menunjukan hal sama. Pulang sekolah bareng, mojok di tempat duduk saya setiap jam istirahat, mendengarkan mp3 bareng, gantian saling nuliskan catatan dari papan tulis atau ngerjakan tugas pas salah satu dari kita lagi malas (kebanyakan saya yang ngerjakan tugasnya), ngantin bareng juga.

Nggak heran waktu dia putus banyak yang bilang ke saya kalo saya sebabnya. Sempat merasa bersalah juga.  Tapi, “dia” dan teman saya, dua-duanya nggak pernah ngomong hal itu langsung ke saya. Makanya saya nggak pernah nembak dia. karena waktu itu, terlalu bodoh kalau saya tiba-tiba jadian dengan mantannya sahabat saya.

Semakin sering dia main ke rumah saya (fyi: SMP saya cuma ada di depan rumah) dan semakin sering diaminta diantar pulang. Semakin lama, semakin saya suka padanya, tapi itu nggak pernah saya katakan. Saya seperti orang idiot yang selalu mengiyakan apa yang dikatakannya tanpa pernah sadar untuk apa semua ini.

Semakin lama, saya semakin merasa kalau kita seperti tanpa arah. Kita berjalan dengan satu pegangan yang pasti dan sama-sama menyadari pegangan itu, walaupun kita nggak tau seperti apa dan bagaimana pegangan yang kita jadikan pedoman itu. Tapi diantara kita, satu sama lain merasa nyaman berjalan tanpa arah tersebut.. sampai pada akhirnya kita (mungkin cuma dia) merasa bosan sendiri, kemudian pergi, bertualang lagi dan mencari pegangan lagi. Tapi bagi saya dialah pegangan paling nyaman dan paling sementara.

Bernostalgia mengenang hal-hal semacam ini kadang membuat kita jadi susah tidur. 

sampai sekarang jam setengah dua pagi. Saya masih buka-buka youtube lagu-lagu tahun 2006-2007 an sambil sesekali melihat keatas dan berkali-kali tersenyum.

Saya keluar kamar, membuat teh tawar panas.

Lalu melanjutkan mengingat lagi masa-masa SMP saya. Saya buka folder-folder foto SMP lama, saya buka youtube lagu-lagu macam Nidji, Ungu, kerispatih, Samsons, dan lain-lainnya. Sial, semakin saya buka, perasaan “sakit” yang sejak lama sudah saya anggap nggak ada semakin kuat muncul.

Seteguk, dua teguk teh panas. Sambil dengar lagu-lagu lama tadi, saya coba buat menulis ini lagi.

Saya buka-buka buku tulis SMP juga, disana banyak tulisan-tulisan, puisi-puisi, yamg kalau dibaca sekarang jadi terdengar aneh dan sangat labil. Dan ternyata ada tulisannya dan ada gambar anime hasil gambarannya juga.

Saya keluar kamar lagi, mencari sisa-sisa makanan yang ada. Nemu dua jagung bakar di meja makan, yang ternyata adalah simpenannya adek saya. Dan saya baru ingat hal itu saat jagung bakar tadi habis. Ya, selain harus pura-pura nggak tau, besok pagi juga harus pura-pura amnesia, berharap adek saya akan memaafkan saya.

Dan saat saya kembali kekamar, dihadapan saya, di layar laptop sedang play lagunya Sahara-kau bukan untukku (2007) di youtube. Saya bergetar, ternyata seperti ini rasanya sakit lama yang tiba-tiba datang lagi.. antara tertawa dan mengumpat. Sebuah kekonyolan dan kebodohan 5 tahun yang lalu..

Platonic love, cinta yang tidak mengharapkan apa-apa itu benar-benar ada dan nyata.

Dan saya, yang diawal dulu sangat mengharapkan “dia” walaupun hanya dipendam saja. Setidaknya saat ini jadi berpikir, bahwa platonic love, adalah suatu kata yang akan kita temukan sendiri artinya dimasa depan..

6 November 2012

Surat Terbuka Sebagai Reaksi Atas Mahalnya Telur Asin di Burjonan


Beberapa hari yang lalu, dunia pergembelan dikejutkan oleh cerita dari seorang gembel (saya sendiri) yang makan siang di sebuah burjonan di daerah sekitar Klebengan, Jogja. Sebuah kawasan yang lumayan padat, dengan kerataan tanah yang tidak simetris, dan memiliki pepohonan yang mulai jarang. Tapi bukan kuburan Belanda.

Jadi ceritanya seperti biasa, saat jam sudah menunjukan lebih 12.00, saat adzan Dzuhur sudah berkumandang, dan saat Matahari sudah pada tempatnya, berarti acara infotainment Silet sudah bubar (lho, kok malah Silet) , ehm.. jadi kalau siang-siang gitu, dimana saja pasti orang-orang akan makan siang. Kalau ada yang bilang mau makan malam pada saat itu, baiknya kita hajar saja, yang begitu halal dibunuh.

Nah, seperti biasa pula, setelah berunding ganteng dengan beberapa teman (baca: 2 orang, Iqbal dan Gilang) akhirnya dengan mengucap basmallah. Kami pun sepakat untuk makan diburjonan tersebut.. kamipun berangkat tanpa perasaan buruk, tanpa firasat aneh, dan tanpa ragu, tapi harus bawa dompet.

Dengan ke-elegan-itas alami saya, saya mulai ngambil piring-ngambil nasi-ngambil sayur-milih lauk (yang murah, tentunya)-dan makan dengan perasaan ceria. Berhubung yang paling murah (gorengan) sudah kosong, saya pun milih telur asin, lalu makan dengan penuh wibawa. Tanpa merasakan tanda-tanda aneh bahwa akan timbul satu kejadian buruk yang segera menimpa saya dalam 10 menit kedepan.

Setelah selesai makan dan sedikit basa-basi khas pria sejati. Lalu saya membayar ke mas-masnya. Saya bilang “nasi-sayur-telur asin”, lalu dijawabnya “Rp 7.500 mas!” saya sempat ngulangi kata-kata saya “mas, nasi-sayur-telur asin” dan masnya pun juga mengulangi “iya mas, Rp 7.500”..

Saat itu, saya benar-benar shock, langit seakan-akan runtuh. Ini kalau  ada dalam adegan sinetron, pasti akan dilanjutkan dengan keadaan sekeliling tubuh yang berputar-putar keatas, sambil diiringi backsound musik genderang keras sekali, lalu dengan kamera zoom in, saya bilang ke masnya “ AAPHHAH??!”..

Tapi berhubung ini bukan sinetron, saya cukup mengeluarkan kata “oh, yowes mas” sambil mengeluarkan duit dari dompet dan membayarnya. Sambil tetap membatin kata-kata umpatan dan pisuhan tulus dari dalam hati.. masak harga makan cuma selisih tiga hari dari Rp 5.500, bisa langsung naik jadi 7.500 dengan menu sama..

APAKAH MUNGKIN FLUKTUASI HARGA TELUR ASIN segitu parahnya?? Ataukah ini ulah broker (pialang) bursa efek jakarta dalam permainan di bursa saham gabungan Asia Tenggara, sehingga indeks pasar saham jadi tidak menentu dan secara signifikan merugikan ekonomi makro.. sehingga berpengaruh pada harga satu telur asin.. entahlah, hanya Tuhan, dan mas-masnya yang tau.

Tapi, dengan adanya realitas seperti ini, saya sebagai mahasiswa pendidikan geografi., harus lebih kritis dalam menanggapi setiap fluktuasi yang terjadi, termasuk harga telur asin (entah, nyambungnya antara geografi dengan telur asin dimana).. maka dari itu, dibawah ini saya akan buat surat terbuka pada segenap pemilik warung makan dimanapun berada (khususnya yang ada telur asinnya), kepada pemilik usaha telur asin, kepada yang terhormat Menteri Perindustrian dan Perdagangan, serta kepada Menteri Urusan Anak Kos dan Terlantar (kalau ada).

Dan.. yak, ini dia suratnya:



SURAT TERBUKA SEBAGAI REAKSI ATAS NAIKNYA HARGA MAKAN DALAM SELISIH 3 HARI DI BURJONAN KLEBENGAN


Kepada. Yth bapak-ibu pemilik burjonan yang ada telur asinnya, pemilik usaha telur asin, dan pecinta sejati telur asin.

Tembusan pada

Menteri Perindustrian dan Perdagangan. Bapak Gita Wirjawan
Dan Menteri Urusan Anak Kos dan Anak Terlantar (kalau ada)
Di Tempat.


Dengan hormat,

Selamat malam bapak ibu sekalian yang terhormat , apa kabar? Mungkin bapak Ibu semua tidak kenal saya, karena saya tidak kenal sama bapak Ibu. Mungkin bapak-Ibu malah kenal sama Joko, tukang cukur di depan rumah nenek saya, nah itu dulu sahabat karib saya.. kita dulu sering main layangan bareng, sampai akhirnya dia transmigrasi ke Kalimantan Tenggara. Baik sekali si Joko itu, gampang diutangi. Mungkin bapak-Ibu juga kehilangan Joko, saya dengar dia termasuk tukang cukur yang baik hati. Ehm.. maaf, saya jadi ngelantur, soalnya ini pertama kali saya menulis surat untuk orang banyak dan dengan tembusan seorang Menteri. Saya baru punya satu pengalaman dalam menulis surat, yaitu surat buat ijin sakit di SMP dulu, itupun suratnya palsu..

Maksud saya menulis surat ini adalah ingin berbagi hasil analisa saya terhadap naiknya harga telur asin di burjonan . Naiknya harga tersebut, bukanlah karena kurangnya produksi telur lokal, seperti yang diberitakan di koran-koran. Ya, bukan. Pasti bapak-ibu dan bapak menteri juga kaget kan? Saya juga. Nenek saya kaget. Adik saya kaget. Ibu saya juga kaget, tapi kalo ibu saya kaget melihat di RCTI kok sinetron Tukang Bubur Naik Haji belum mulai, padahal sudah jam tujuh malam..

Langsung saja saya beritahukan kepada anda semua, penyebab naiknya harga telur asin adalah: band KUFAKU.

Ya, mungkin bapak-Ibu terkaget-kaget. Mungkinjuga tidak percaya. Memang, saya juga kaget ketika saya mengetahui fakta ini. Apa hubungan KUFAKU Band dengan harga telur asin? Setelah di teliti, ternyata mayoritas pekerja di pabrik telur asin dan juga pekerja di distributor telur asin terinspirasi oleh meledaknya pamor KUFAKU Band yang berangkat dari anak muda alay sedikit nakal yang biasa-biasa saja. Mereka pun beramai-ramai main band, berharap juga jadi terkenal. Mereka pun berhenti bekerja di pabrik telur asin.

Hal ini sangat berimbas terhadap perekonomian kita: supply telur asin di pasaran jadi berkurang karena tingkat produksinya menurun drastis, karena supply berkurang, harga menjadi naik (sesuai dengan hukum ekonomi). Supaya gampang, berikut grafik yang saya siapkan untuk menjelaskan fenomena ini:


 pengaruh kemunculan KUFAKU Band terhadap harga tahu/tempe

Kurva supply sebelum ada KUFAKU Band (S') bergeser menjadi S. Sedangkan, kurva demand (D) tetap. Imbasnya: kuantitas turun, harga naik. Bisa kita lihat, ternyata kehadiran KUFAKU Band secara otomatis berpengaruh besar terhadap kenaikan harga telur asin. Menarik sekali, bukan?

Harap diketahui, saya penggemar berat KUFAKU Band. Saya tidak ada maksud untuk memojokkan KUFAKU Band. Saya bahkan hapal nama personil KUFAKU band.. oh sebentar, ternyata pencarian di google saya gagal loading, oke, saya nggak hapal namanya.

Demikian tadi sedikit pemaparan saya, semoga menjadi bahan pertimbangan untuk kebijakan-kebijakan ekonomi yang akan datang. Solusi terakhir saya untuk menghadapi krisis harga telur asin ini cukup simpel: nikahkan saya dengan salah satu personil JKT48. Saya tidak tahu apakah harga telur asin akan turun, tapi yang jelas saya akan sangat bahagia.

Dan, ya.. sekian surat saya.


Hormat saya,


Wisnu Putra Danarto (ketua forum komunikasi gembel kampus)
Warga Negara yang Peduli Nasib Janda-janda Muda

NB: ini nih kalau mau melihat KUFAKU BAND :)