3 September 2012

September Wishes Seorang Gembel dan Kenyataan yang Ada

atas nama sang jalan (baca: by the way) kemarin saya baru saja cukur rambut, setelah hampir delapan bulan jalan gak cukur rambut.... ini sebenarnya dramatis, tapi saya coba buat stay cool, biar terkesan berkharisma.......

oke, hari ini adalah awal bulan September, waktu dimana musim kawin beruang kutub dimulai. Biarpun nggak tau benar atau tidak dan nggak ada hubungannya dengan September wish, nggak papa. Sengaja biar kelihatan pas aja..

seperti kebanyakan orang, yang memang kebanyakan hipster dan serba ngikut-ngikut, saya juga mau bikin #Septemberwish.. biar kelihatan gaul aja, walau sebenarnya nggak tau apa itu September wish.

Jadi, apa September wish itu.. apakah september berdoa, atau doanya di September , atau mungkin ada orang teraniaya macam fakir-fakir asmara (seperti saya) yang berdoa agar orang-orang yang pacaran di fb atau twitter bisa kena bisul di jarinya supaya nggak bisa bales-balesan wall atau twitt lagi dengan sangat khusyuk lalu banyak orang mengamini secara doa orang teraniaya akan dikabulkan.. (yang ini ngaco sepertinya). Yang jadi pertanyaan, kenapa harus September aja kita punya wishes, memangnya dibulan-bulan lain nggak bisa berdoa, atau minta yang lebih baik.

Sebagai orang yang kritis dan sedkit najis saya sempet curiga jangan-jangan ini ada hubungannya juga dengan lagu September Ceria yang pernah dinyanyikan oleh penyanyi jaman dulu, kira-kira jaman sebelum Majapahit berdiri, eh benar atau salah ya,, oke saya nggak tau. Tapi yang jelas lagu itu pernah booming pada jamannya. Cuma yang jadi masalah, mengapa harus September  aja yang ceria, apakah setiap orang bisa punya momen kebahagiaan dan keceriaan yang sama?! Kan nggak ada yang bisa menjamin, kalau misal sebagian orang merasakan keceriaan di bulan September, belum tentu sebagian yang lain merasakan hal yang sama.

Bisa saja pas bulan September ini ada orang yang tiba- tiba di awal bulan dia diputus oleh pacarnya, terus karena depresi dia berencana buat balas dendam dengan menabrak mantannya dijalan (ekstrim), lalu pas dijalan karena kurang konsentrasi akhirnya dia malah nabrak truk sampah. Minggu kedua dilaluinya di rumah sakit. Lalu minggu ketiga saat dia sudak pulang dari RS, tanpa sengaja dia makan mie instan yang sudah basi, lalu masuk rumah sakit lagi. Dan minggu keempat dilaluinya dengan penuh penderitaan, kesakitan dan kelaparan karena tanggal tua dan belum dapat kiriman (soalnya dia anak kost). Nah, kalau ada orang yang di Septembernya kayak gini.. kasihan sekali orang ini..

Langsung saja, saya mau menyampaikan September wish saya (unyu sekali kedengarannya), dan yak, ini dia:

1. karena awal September ini bersamaan dengan awal masuk kuliah semester baru, jadi doanya nggak  jauh-jauh dari; semoga di semester depan jadi lebih nggak telatan, jadi lebih ganpang nyambung dengan yang dibahas dikelas, jadi lebih rajin ngerjakan tugas (yang ini perlu diamini orang banyak sepertinya), jadi lebih cool dikelas biar kalau tidur nggak ketahuan (soalnya mau bagaimanapun tetep tenang), dan semoga nilai yang keluar nanti bisa sesuai dengan usaha yang dilakukan oleh mahasiswa biar nggak ada lagi yang mengeluh karena merasa usahanya nggak dihargai. Sebenarnya selain ini masih ada doa-doa lain yang lebih bermutu dari mahasiswa-mahasiswa lain menghadapi semester baru ini. Tapi berhubung saya yang nulis, ya pakai pendapat saya dong, masa mau pakai ide orang lain.. goblok banget seeh

2. berharap di bulan September ini rencana mau mengadakan fun bike dikampung bareng anak-anak buat memperingati ulang tahun organisasi pemuda di kampung bisa terlaksana dan sukses. Mengapa, karena acara ini, mulai dari yang menggagas, mengkonsep, dan menjadi ketua panitia adalah saya mihihi.. pintar sekali bukan?! Jawabnya nggak, ini bohong kalau dibilang pinter. karena dulu acara fun bike ini udah rutin setiap taun diadakan buat peringatan ulang tahun. Cuma, karena beberapa alasan, sempat vakum selama hampir empat tahun.. jadi kesannya acara ini baru, padahal cuma copas. Yap, walau ide lama, asal konsepnya baru, sama saja jatuhnya jadi hal baru. Emang pinter (copas) lo!!

3. (yang terakhir) seperti yang sudah saya tulis di awal postingan ini, kalau saya baru saja cukur rambut. Sedikit cerita kalau saya sudah hampir delapan bulan ini nggak cukur rambut. Jadi kalau nggak salah, terakhir cukur di bulan Februari. Kalau dibagi dalam beberapa tahap, seperti dalam film trilogi. Rambut saya ini juga punya tiga sekuel selama delapan bulan saya biarkan tumbuh liar.

Bagian pertama yaitu dua bulan pertama, masih tahap pertumbuhan dari awalnya cukur rambut gaya ababil-mencari-jatidiri sampai menjadi ababil-mencari-jatidiri-yang-rambutnya-sedikit-lebih-panjang. Jadi masih belum jelas gitu mau dibawa kemana rambut  saya.

Bagian kedua, tiga bulan berikutnya. Waktu itu *ambil posisi duduk memandang ke awang-awang dan siap cerita* rambut saya sudah lumayan panjang-nanggung gitu, antara belum panjang, tapi juga udah nggak bisa rapi, bawaan kali ya kalau nggak bisa rapi. Tapi yang jelas agak lebih mendingan dari dua bulan sebelumnya.

Bagian ketiga, empat bulan berikutnya. Pada saat itu *pandangan mengawang lagi* rambut saya sudah lumayan panjang sih, Cuma masalahnya semakin panjang rambut saya maka semakin liarlah dia. Ibarat motor, semakin panjang knalpotnya, akan semakin susah kalau mau mendorongnya. (jangan tanya, saya juga bingung)  rambut saya semakin hari semakin abstrak. Saat itu kalau dihitung dari terakhir kali cukur, umurnya sudah diatas lima bulan jalan. Kalau ibarat seoraang bayi, maka umur segitu adalah umur-umur dimana dia sedang tumbuh menggemaskan dan sedang lucu-lucunya. Ya, rambut saya juga begitu, Cuma dalam versi kebalikannya. Memasuki umur lima bulan, rambut saya jadi tambah menjengkelkan, bahkan 85% orang yang ketemu dengan saya mengaku kalau moodnya jadi hancur setelah ketemu dengan saya. Dan semakin lama juga rambut saya nggak ada lucu-lucunya sama sekali, mungkin yang ada kalau misalnya ada anak kecil atau balita yang tiba-tiba papasan dengan saya pasti akan nangis kekejer menyangka kalau dia baru saja ketemu dengan saudaranya maskot dufan.

Kalau dalam trilogi sebuah film, sekuel terakhir dalam film tersebut pasti akan berakhir dengan ending yang mengagumkan dan membahagiakan semacam epic dalam trilogi The Lord of The Rings atau Twilight, maka di kisah tentang rambut abstrak saya  semuanya berakhir tragis, karena pada akhirnya beliau (ya, rambut saya sudah seperti bos) sudah habis dicukur lagi.

Dari yang seperti ini:

 foto dibulan puasa, fotonya pas sebelum buka, jadi buat melek pun nggak kuat

Jadi seperti ini:

gembel rapi dan sedikit cupu


Sebuah trilogi yang tidak layak disebut trilogi, sepertinya..

Oiya, anyway (semua jalan) sebagai kakak kelas yang sekarang sudah punya adek angkatan (maba), mulai sekarang saya niatkan untuk jadi lebih dewasa dan cool, dengan minum axe dicampur rokok gudang garam setiap hari (biar kesan cool dan pria punya selera jadi satu).

Mungkin segini dulu September wish saya, semoga terkabul semua, aminn..


NB: saya pernah nulis soal potong rambut disini, dan itu sekitar bulan April, kalau dihitung dari sekarang bulan September, itu hanya selisih lima bulan.. sudah tau kan, berarti trilogi yang saya tulis tadi salah semua, soalnya waktunya nggak ada yang tepat semua!!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar