25 September 2012

Misteri "Rumput yang Bergoyang" Dalam Lagu Berita Kepada Kawan

Perkenalkan, saya adalah Prof, Dr (derita), Wisnu Putra D, M.Pd(Master perawan desa), M.Sg(ajinomoto), M.Cd (delivery service). Biasa dipanggil profesor Wisnu oleh murid saya, dipanggil Doktor Wisnu oleh kolega saya, juga biasa dipanggil gembel oleh ibu saya, dan diteriaki maling kalau bawa-bawa sandal baru dimasjid.

Saya adalah guru besar di sekolah kepribadian hewan peliharaan. Sekolah yang fokus membangun kepribadian dan karakter peliharaan, agar tidak kencing sembarangan dapat bersaing dalam era globalisasi peliharaan ini. Sampai sekarang sekolah ini belum mendapat peserta didik, Entah karena memang tidak penting atau karena kebanyakan hewan yang baru saja akil balig langsung dikawinkan oleh majikanya....

Saya hadir kembali untuk mempresentasikan penelitian terbaru saya. Setelah sekian lama saya tidak menerbitkan jurnal, dikarenakan kesibukan saya sekarang, yang sedang mengembangkan perkawinan silang antara kucing persia dengan mesin diesel 4-tak agar menjadi peliharaan yang irit bahan bakar dan ramah lingkungan. Semoga sukses.

Sedikit melenceng dari bidang keilmuan saya, kali ini saya akan membahas tentang kausalitas kata ‘rumput yang bergoyang’ dalam lagu berita kepada kawan Ebiet G Ade (entah apa artinya kausalitas)..

Dengan judul penelitian: MISTERI KATA RUMPUT YANG BERGOYANG DALAM SEBUAH LAGU, STUDI KASUS: LAGU BERITA KEPADA KAWAN (EBIET G. ADE)

Diantara pembaca sekalian yang budiman pasti sedang mikir-mikir, mengapa ketidak-pentingan dari sebuah lirik lagu ini bisa dijadikan penelitian oleh seorang gembel guru besar ... jawabannya singkat; sesuatu yang besar berawal dari sesuatu yang kecil dan tidak terlihat (maka dari itu, rawatlah upil anda baik-baik). Yang pasti saya melihat suatu masalah yang mengusik ketenangan saya ada pada sepenggal lirik “coba kau bertanya pada rumput, yang bergoyang”.

Langsung saja, inilah penelitian gembel saya “MISTERI KATA RUMPUT  YANG BERGOYANG DALAM SEBUAH LAGU, STUDI KASUS:LAGU BERITA KEPADA KAWAN (EBIET G ADE)” dipersembahkan oleh gembel foundation, dan didukung oleh gembel university press.

Oke, langsung saja kita mulai pembahasan kita, dimulai dengan:

1. sejarah

Pembaca yang budiman.. dalam lagu berita kepada kawan, disana terdapat kata-kata “rumput yang bergoyang”-nya. Apakah lagu  berita kepada kawan ini dulunya dibuat di sawah, dilapangan bola, atau di padang rumput yang sering dipakai buat mojok pasangan ababil, sehingga rumputnya *ehm* jadi ikutan bergoyang.. atau bahkan disawah yang dijadikan lapangan bola karena nggak ada lahan buat main bola lagi, terus disebelahnya, ternyata ada pasangan ababil yang sedang mojok.... entahlah.. hanya Tuhan yang tahu.

2. latar belakang

Perjalanan ini
Trasa sangat menyedihkan
Sayang engkau tak duduk
Disampingku kawan

Kira-kira, dengan awalan lagu yang seperti ini, latar belakang apa yang menginspirasi Om Ebiet G Ade menciptakan lagu ini?? Apakah dia sedang backpacker-an, sedang traveling, melakukan perjalanan ke tempat-tempat asik, vacation kemana saja (yah, namanya juga jalan-jalan, men).. tapi saat beliau melewati sebuah pantai yang sepi, mendadak beliau jadi galau, entah kenapa dia galau..

Terus tiba-tiba nulis lagu “perjalanan ini terasa sangat menyedihkan, sayang engkau tak duduk disampingku kawan”

kalau menurut saya sih, dia galau karena beliau backpackeran-nya sendirian, sehingga apa-apa harus sendirian. Kemana-mana dan mau ngapain aja juga sendirian. Kebayang kan, waktu jalan-jalan ditengah hutan atau di padang rumput sendirian, eh tiba-tiba kebelet pup.. lalu siapa yang akan menemaninya, kalau-kalau pas tanggung sedang melaksanakan tugas alam ini, tiba-tiba ada orang lewat, atau ada badak lewat.. siapa yang akan bilang ke orang atau ke badaknya “sori, mas, jangan lewat situ, disitu lagi ada orang e’ek-nya!!”..

Lagian, ngapain juga ya orang backpackeran ke padang rumput atau hutan, memangnya dia bolang..

ya sudahlah, pokoknya gitu.

3. pembahasan

Inti dari penelitian ini ada pada sepenggal lirik yang tertulis “Coba kita bertanya pada rumput yang bergoyang”. Setelah melalui metode penelitian dan observasi, mencari berbagi data dari sumbernya, juga menghubung-hubungkan banyak variabel yang mempengaruhi.. akhirnya saya berhasil menemukan jawabannya.. mengapa lirik “Coba kita bertanya pada rumput yang bergoyang” ini bisa ada pada lagu Berita Kepada Kawan. Dan berikut ini pembahasan saya :

“Coba kita bertanya pada rumput yang bergoyang”

Hipotesis I :

Jadi, sebenarnya ‘rumput’ ini adalah nama orang. Dan orang yang bernama ‘rumput’ ini suka sekali bergoyang, entah dia anggota boyband atau malah girlband, atau dia mantan penyanyi dangdut yang dipecat karena hamil diluar nikah (entah apa hubungannya)..

Pada saat Om Ebiet ini sedang backpackeran, ketika dia sedang berjalan dijalan pantura daerah Kediri *ehm, Kediri pantura kan?*,  tanpa disadari dia telah tersesat, dia sudah berulang kali putar-putar didaerah situ. Disaat dia sudah mulai putus asa dan hampir menyerah untuk mencari jalan, dia mencoba untuk istirahat sejenak. Saat itu sayup-sayup terdengar lagu dangdut koplo yang kedengarannya sangat menggoda. Lalu dengan naluri kedangdutan yang kuat, dia bisa menemukan tdimana suara dangdut itu nerasal. Saat sampai disitu, alangkah kecewanya dia setelah melihat kenyataan bahwa ternyata suara dangdut tersebut hanya berasal dari suara tape radio yang sedang distel para sopir truk yang sedang istirahat..

Ditengah kekecewaanya ini, tiba-tiba dia didatangi orang yang juga sedang tersesat.. orang itu kemudian bertanya “maaf pak, ini daerah mana ya, saya tersesat ini?” karena sama-sama tersesat, ditambah sedang jengkel karena tidak menemukan dangdutan yang semestinya.. akhirnya dia asal-asalan jawab, itu “coba bertanya pada rumput yang bergoyang”, orang itu lalu segera bertanya karena kebetulan memang ada satu orang sopir sedang bergoyang memakai kaos bola dengan nama punggung “rumput”..

Ya, dunia memang aneh.. termasuk hipotesis diatas.

Hipotesis II :

Sebenarnya lirik “Coba kita bertanya pada rumput yang bergoyang” ini adalah sebuah kode rahasia yang hanya diketahui oleh anggota genk dan tukang ojek langganannya, agar mudah dalam penyamaran dan usaha saat kabur. Jadi, saat anggota genk ini ada dijalan dan mulai mencari ojek langganan yang sudah hapal jalan kabur dan bukan anggota intel dengan kode tersebut, mereka akan langsung bertemu kemudian kabur.

4. kesimpulan

Dari pemaparan diatas, dapat saya simpulkan bahwa
1. Ebiet G Ade dulu sering backpackeran sendirian
2. lagu Berita Kepada Kawan adalah catatan perjalanan yang dibuat lagu, dan berhasil akhir dengan sangat keren!!..
3. “Coba kita bertanya pada rumput yang bergoyang” adalah kode rahasia, kabarnya sedang diselidiki FBI.
4. saya masih bingung, badak kalau ketemu orang sedang e’ek, apa reaksi yang akan ditunjukannya? apakah merasa jijik, atau menganggapnya sebagai hal yang wajar secara dia kalau e’ek juga sembarangan tempat, ataukah dia akan shock, spechless sambil membatin “ya Tuhan, ini apa ini, kenapa saya bisa melihat hal seperti ini, butakan saya Tuhan, butakan!!
5. ternyata selama dua jam saya nulis ini, saya lupa lagu berita kepada kawan itu yang mana, saya sudah coba cari-cari di mp3 tembang kenangan, tapi nggak ada, pas mau lihat di Youtube, entah mengapa loadingnya gagal terus..

5. Penutup

Sekian penelitian gembel saya ini. Banyak kurangnya memang..

Tapi tidak ada motivasi untuk mempermainkan atau menghina lagu berita kepada kawan maupun Om Ebiet G Ade.. seorang penyanyi legendaris yang sudah saya sukai sejak saya kecil karena sering dengar waktu bapak saya nyetel. Saya sangat mengagumi karya-karyanya. Sayang, belum ada penyanyi sekarang yang bisa mengikuti jejaknya. Menjadi penyanyi yang karyanya banyak memberi pelajaran hidup dan moral yang bisa di ambil.

Sekian dan salam hangat dari keponakannya David Beckham.

2 komentar:

  1. Haha. Sip sip. boleh juga :-D

    Gimana ini dengan hipotesa ibu saya kawan, #sempet penasaran saya
    "Coba kita bertanya pada, rumput yang bergoyah'hang..."
    Kata ibuku, kita tanya sama orang-orang gemar dzikir. kan, goyang-goyang gitu kepalanya. :-)
    "Mengapa di tanahku terjadi bencana..."

    BalasHapus
  2. hehe, makasih kakak :
    btw kalau sudah main dzikir-dzikir gitu berat, sudah nggak sanggup, ampuun.. :D

    BalasHapus