8 Agustus 2012

Ramadhan, dan Sedikit Hikmah Yang Saya Tau

Selamat siang dan selamat berpuasa, bagaimana teman-teman.. lancar? Sedikit lancar? Atau  sama sekali gak lancar? Maksudnya yang saya tanyakan adalah kelancaran dalam berburu takj*ilan, bukan puasanya. Lah terus puasanya gimana?! Ehm, biar lancar sampai akhir nanti, saya punya tips jitu; jangan lupa minum extra joss setelah sarapan atau makan siang, pasti puasanya tambah kuat...

Oke, itu tadi sedikit salam hangat terdahsyat (dan tidak mutu) dari saya yang mengawali postingan ini. Kali ini saya mau membahas hikmah dan kebaikan yang sering kita temui di setiap bulan Ramadhan yang hampir pasti sering kita lupakan atau tidak pernah dianggap sebagai satu hal yang pantas kita syukuri (wuss).. sori, gembel juga bisa nulis hal-hal yang benar, termasuk acara musik Dahsyat yang semakin gak mutu (itu juga kebenaran).

Nah, dibawah ini saya coba menulis beberapa hikmah atau kebaikan yang biasa kita temui saat bulan Ramadhan yang meski kita rasakan, tapi kita sering tidak menyadarinya hingga kita lupa untuk mensyukurinya.. maka dari itu, bertobatlah kawan, sebelum terlambat, dan tangkap semua kebaikannya.. HAP HAP HAP HAP (sampai disini sepertinya saya ketukar dengan tagline iklan kartu perdana).

Saat Ramadhan, tanpa di sadari kita jadi lebih sering berhubungan atau minimal ketemu dengan banyak orang, hal yang jarang terjadi dibulan-bulan biasa. Dengan banyaknya kegiatan di luar yang memang mengharuskan kita untuk menjadi baik dan ramah pada orang lain. Keadaan ini tentu saja akan positif jika kita bisa menyesuaikan diri, karena pada saat yang sama orang-orang juga sedang berusaha untuk menjadi lebih baik. Bagi kita yang sebelumnya mempunyai masalah pergaulan dengan orang lain, sedikit banyak akan tertolong dengan datangnya bulan Ramadhan, contohnya:

1. Hubungan dengan orang tua
Mungkin keseharian kita sebelum bulan Ramadhan kita sering melawan kalau diberi nasehat dan jarang bisa bersahabat dengan bapak ibu kita. Di bulan Ramadhan seperti ini, dengan banyaknya frekuesi kita berkumpul bareng sekeluarga dan ngobrol duduk semeja, misalnya untuk buka dan sahur bareng. Ini akan banyak meminimalisir kesalah-pahaman antara kita dengan orang tua. Perlahan orang tua kita  yang kemarin-kemarin masih marah atau memendam emosi dengan kita jadi baik lagi. Begitupun dengan kita yang setiap saat menyusahkan dan selalu membuat emosi jiwa orang tua kita, dibulan Ramadhan ini kita punya banyak kesempatan untuk meminta maaf dan berbaik-baik dengan orang tua kita.

Hasilnya: uang saku tambah, THR dikasih, dan lebaran masih dibelikan baju baru #mentalgembel

2. Hubungan dengan teman
Di bulan Ramadhan ini, mau tidak mau kita akan sering berkumpul dengan orang lain (termasuk teman yang pernah kita musuhi) karena banyaknya kegiatan-kegiatan bersama dibulan Ramadhan, seperti Tarawih, buka bersama, atau ronda sahur bersama. Dengan pertemuan yang intensif ini, dan dengan obrolan yang akan muncul, teman yang dulunya tidak akur (entah apa alasannya) dengan kita lama-lama akan baik kembali seiring dengan perjalanan bulan puasa. Pas sudah akur lagi dengan sesama teman, apapun hal yang kita lakukan jadi lebih mudah (karena minta bantuan teman, kan sudah baikan).

Hasilnya: pas lebaran, dikampung secara gak sengaja kita ketemu dengan cewek yang asing tapi manis. Dan entah bagaimana ceritanya, ternyata itu adalah saudaranya teman kita. Karena sudah tidak musuhan lagi, usaha untuk pdkt dan kenalan jadi lebih gampang dengan bantuan teman tadi, yang sangat bisa kita berdayakan #mentalfakirasmara

3. Hubungan dengan tetangga
Buatorang-orang yang sering jadi musuh masyarakat sekitar atau jadi public enemy. Mungkin bisa karena suka mengganggu mereka; suka nyetel musik keras-keras, suka teriak teriak malam-malam, suka pipis sembarangan dihalaman rumah tetangga, suka mencuri mangga tetangga, suka makan rumput tetangga (hanya bisa terjadi kalau anda seekor kambing), atau kalau kamu suka keliru mau ngecat tembok sendiri malah ngecat tembok tetangga. Tetangga-tetangga pasti menilai kita adalah musuh besar-gila-goblok dari neraka yang harus cepat-cepat dibasmi sebelum kiamat datang (ya, tetangga memang tega menyamakan kita dengan Dajjal). Dan mungkin kita juga sering menilai tetangga-tetangga kita adalah sekelompok orang utan liar yang mengganggu kehidupan kita, maka di Ramadhan ini dengan banyaknya acara untuk ngumpul sampai nanti puncaknya saat takbiran dan lebaran. Hubungan dengan tetangga akan bisa jadi lebih baik. Setidaknya sampai bulan syawal selesai.

Hasilnya: kalau silaturahmi atau main ke rumah tetangga, kita akan diperlakukan secara lebih manusiawi. Apa-apa akan ditawarkan ke kita, seperti; ditawari makan, ditawari main nintendo baru tetangga, ditawari nyoba motorsport baru tetangga, atau mungkin ditawari keponakan cewek tetangga dari luar kota yang baru datang..hahaha #mentalgembel #mentalfakirasmarajuga

4. Hubungan dengan pacar
Yang hubungan dengan pacarnya sedang kritis-kritisnya sebelum bulan Ramadhan. Di bulan Ramadhan ini, ada banyak momen yang bisa dimanfaatkan untuk memperbaiki hubungan. Yap, mungkin di bulan-bulan biasanya jarang akur, setiap hari adu mulut, setiap saat stres, pas berantem mau pura-pura mati tapi gagal terus, atau mekanisme pembelaan diri kita juga gagal terus. Nah, di bulan Ramadhan ini, walaupun saat sedang puasa jadi jarang ketemu, tapi di waktu lain kita punya banyak waktu untuk saling introspkesi dan lebih mengenal masing-masing dengan mengajak pacar untuk; Sholat Tarawih bareng dan Sholat-Sholat lain juga berjama’ah. Tadarusan bareng selesai Sholat, selain hati kita sendiri  jadi tenang, saat tadarusan pasti pacar juga akan semakin merasa lebih nyaman saat berada didekat kita. Ngabuburit di masjid kampung kita atau dikampung pacar bisa bergantian, selain mengisi waktu bersama, manfaatnya juga bisa membantu mengajar TPA anak-anak dikampung (pencarian takjilan tidak ketinggalan). Kalau hal-hal ini dilakukan, walau tidak rutin tetapi setiap hal selalu berkesan, pasti kita tidak jadi kepikiran mau putus.

Hasilnya: hubungan dengan pacar jadi lebih dekat, kita juga jadi lebih kenal siapa pacar kita dan pacar jadi lebih kenal diri kita (termasuk kemampuan baca Al-Quran kita yang masih level keong), dan menghabiskan waktu libur lebaran bersama nanti pasti akan lebih assoy.. #initidakberlakubuatyanglagiLDR  #yangjomblojugasih

Nah, itu beberapa contoh hikmah yang banyak kita rasakan dibulan Ramadhan seperti saat ini, walaupun jarang kita sadari tapi sedikit banyak pasti pernah kita dapatkan. Sekian dari saya. Akhir kata, wabillahi taufik wal’ hidayah, Wassalam Mu’alaikum, Wr wb.

Semoga bermanfaat, dan salam hangat terdahsyat untuk seluruh keluarga Indonesia (by: cuci-cuci-
 jemur-jemur foundation).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar