15 Agustus 2012

Analogi Sahur, Menurut Saya

Saya nulis ini tepat lima menit lepas imsak sehabis sahur, yang artinya saya nulis ini dipagi-pagi buta yang bahkan ayam-ayam jago pun belum bangun (ya, gak cuma anak kos yang males).. nulis di pagi buta seperti ini adalah satu kejadian yang sangat langka, dan belum tentu bisa terulang lagi dalam lima belas tahun kedepan!! Yeah, backsound: we are the champion-Queen.

Pertanyaannya kenapa saya nulis pas imsak? Apa gak ada waktu lain yang lebih enak? Imsak kan seharusnya memaksimalkan waktu yang sedikit untuk menghabiskan semua yang masih tersisa di meja makan (kecuali piring).. ya, kali ini saya sedikit meninggalkan kebiasaan sehari-hari saya untuk menghabisi mereka (makanan).

Entah kenapa, obrolan antara adik dan ibu saya pas kita sahur tadi tentang Ramadhan yang ternyata tinggal menyisakan lima hari lagi membuat saya jadi mikir “iya ya, gak terasa tiba-tiba sudah hampir lebaran aja” sepertinya juga baru kemarin  kita ribut-ribut soal menentukan hari pertama puasa, sekarang sudah banyak aja iklan sirup dan biskuit bertebaran di TV.. entah apa hubungannya..

Juga, dalam iklan itu ada satu atau beberapa model iklan yang bergaya minta maaf ke semua orang dengan bilang “selamat idul fitri, minal aidzin wal fa’idin”. Iklan-iklan ini menimbulkan pertanyaan bagi saya:

1. Sejak kapan sebungus biskuit atau sebotol sirup punya salah ke kita, sehingga harus ada satu orang yang mewakilinya untuk minta maaf?

Mungkin contohnya yang paling realistis terjadi pada saya ya paling-paling mencret-mencret karena kebanyakan minum sirup atau salah makan biskuit lebaran tahun kemarin yang sudah basi. Itupun saya tidak pernah menuntut sirup atau biskuit-biskuit itu untuk membelikan saya obat mencret.

2. Sebenarnya, iklan-iklan yang sudah menunjukan adegan lebaran, mengucapkan selamat lebaran, dan meminta maaf itu syutingnya dimana? Pada saat orang-orang sedang khusyuk menjalankan puasa, eh, mereka sudah lebaran aja. Mereka akan mengganggu puasanya anak-anak kecil, dimana saat mereka sedang belajar puasa, digoda dengan iklan yang disetting sudah lebaran.

Saya sempat curiga mereka syuting di bulan atau yang paling ekstrim mereka syuting di planet Venus, mengingat perbedaan waktu dari bumi yang lebih cepat karena rotasinya yang juga lebih cepat, jadi disana lebarannya lebih awal. Orang Venus pasti punya waktu liburan lebih panjang daripada orang Indonesia.

Balik lagi ke waktu sahur tadi, setelah saya dengar obrolan  ibu dan adik saya secara samar-samar (padahal kita duduk semeja dan berjarak paling jauh satu meter) bulan puasa yang Cuma satu bulan dalam satu tahun ini memang sedikit banyak membawa perubahan bagi orang-orang yang telah mampu melaluinya.

Entah kenapa, saya jadi mikir kalau kebiasaan yag hanya ada dibulan puasa ini, yaitu sahur, ternyata punya proses yang hampir mirip dengan tantangan-tantangan yang sering kita temui saat kita baru saja memasuki lingkungan baru atau komunitas baru dimana kita masih asing dengan keadaan yang ada didalamnya (berhubung bulan ini masih terasa suasana OSPEK dan tahun ajaran baru). Di tahun ajaran baru, bagi anak sekolah yang baru memasuki sekolah baru, atau bagi mahasiswa baru, ataupun bagi orang yang baru bergabung dalam satu organisasi, awal proses adaptasi dengan lingkungan baru inilah yang akan menentukan perjalanan sampai akhir.

saat kita sahur, kita seperti mendapatkan atau diberi tantangan-tantangan yang sepertinya akan sulit untuk kita lalui tapi pada akhirnya kita bisa melalui dan akan merasa nyaman saat sampai pada beberapa tingkat. Karena tantangan-tantangan itu kita lalui secara bertahap. Hampir mirip dengan proses adaptasi kita dilingkungan baru kita dimana setiap tantangan-tantangan baru yang kita hadapi semakin kedepan akan semakin berat secara bertahap, tapi pada saat kita sudah ada dijalurnya justru kita akan menikmati setiap proses dan perjalanannya karena pada saat yang bersamaan daya tahan dan kemampuan kita juga meningkat.

1. tantangan pertama: bangun tepat waktu pas sahur, bangun waktu sahur adalah perjuangan pertama untuk menjalankan sahur.

Hampir mirip dengan proses memilih sekolah, universitas, atau komunitas baru. Dimana setelah memilih, perjuangan pertama adalah mengikuti seleksi untuk dapat masuk didalamnya.

2. tantangan kedua: Cuci muka dan berkumur sebelum makan sahur, perjuangan selanjutnya adalah cuci muka, cuci muka atau berkumur di pagi buta selalu terasa enggan dan berat.

Hampir mirip saat kita baru saja diterima di lingkungan baru kita, meskipun terasa berat dan juga banyak keengganan yang muncul, seperti takut tidak di terima oleh orang-orang lama yang sudah lebih dahulu ada.

3. tantangan ketiga: mulai makan, berikut mengambil makan sesuai dengan kemampuan menghabiskannya, pas sahur biasanya tingkat kesadarannya dibawah 10%, sangat berpengaruh.

Hampir mirip, saat kita baru awal-awal masuk dan bergabung, kita juga harus bisa merencanakan semua langkah kita kedepan dan harus sesuai dengan kemampuan kita untuk mencapainya.

4. tantangan keempat: menghabiskan makan sahur, sebagai pertanggung jawaban atas seberapa yang kita ambil untuk dimakan, harus dihabiskan.

Mirip saat kita sedang berusaha untuk mencapai semua target dan tujuan kita, harus mampu melewati semua yang sudah kita rencanakan karena itu kita buat sendiri dan sebagai pertanggung jawaban pada diri sendiri.

5. tantangan kelima: selesai sahur tepat waktu imsak, jam berapapun kita mulai makan sahur.

Mirip dengan komitmen kita untuk menyelesaikan dan menuntaskan semua target yang sudah kita rancang, harus selesai tepat waktu. Awal mulai itu penting, tapi lebih penting usaha dan komitmen untuk mengakhiri dengan baik.

6. Sampai disini, hal yang dilakukan setelah imsak adalah sholat Subuh, hal yang wajib dilakukan setelah sahur. Sama seperti saat kita sudah menyelesaikan target dan pencapaian kita, masih ada banyak hal untuk dilakukan, karena hidup tidak hanya cukup berdiri disatu pencapaian saja.

Ehm, agak ngaco dan banyak gak nyambungnya juga sih, maklum nulisnya pas subuh-subuh dengan tingkat kesadaran dibawah 10%.. hahaa

Sebagai bonus postingan ini, saya tampilkan foto kamar saya yang di bulan Ramadhan ini jadi sedikit lebih rapi di banding dengan bulan-bulan lainnya.

 ya, ini lebih rapi daripada biasanya kawan, percayalah..

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar