11 Juli 2012

Di Sebelah Kanan Pikiran Kacau Saya


Sudah bulan Juli...... dan sudah hampir bulan Ramadhan.

Shit, waktu memang waktu cepat berlalu, sama seperti teman yang masih punya utang (cepat berlalu juga).

Well, sudah bulan Juli dan beban masih tetap menumpuk dan semakin bertambah banyak, masih ada banyak hal untuk dipersiapkan; bulan Ramadhan, 17 Agustusan, dan kegiatan-kegiatan awal semester setelah lebaran (yang banyak), juga SEMARAK GEOGRAFI. So, masih tetap butuh semangat dan penyemangat. And my true supporter have leave me about 2 month ago, am I alone?! Yes, I'm alone.

Yep, bulan Juli kali ini diawali dengan perginya dua orang bonek anak dirumah kami selama tiga hari pada hari pertama bulan Juli. Yang pertama saya, pergi ke Karangsambung dari Minggu sampai Selasa. Sedangkan adik saya pergi kemah di hari dan durasi yang sama. Jadi, selama tiga hari itu, rumah jadi aman, terkendali, sejahtera, sentosa, damai, asri. Hampir seperti saat kebun binatang kehilangan dua binatang paling liarnya. Dan yang pasti jadi hemat beras.

Memang sudah hampir dua minggu yang lalu, tapi sepertinya belum terlalu basi untuk diceritakan. Yaitu PLG (praktek lapangan geografi) fisik, sebuah praktek yang mengkaji geografi fisik (seharusnya). Dalam pikiran saya mungkin juga akan digembleng secara fisik pas praktek, tapi ternyata kenyataannya hanya seperti main-main. Dari obyek ke obyek naik bis, udah seperti anak TK main di kebun binatang. Bedanya kalau anak TK berhenti bilang “lihat ada jerapah, kita turun yuk!”, kalau kita kemarin “lihat, ada bukit batuan, tidur lagi aja deh..” memang bawaannya ngantuk terus.

Berita baiknya, PLG fisik tahun ini punya lebih banyak obyek daripada tahun sebelumnya yang Cuma di Jogja. Ya, Cuma itu dan jangan banyak komentar. Ditengah-tengah ketidak-niatan saya dalam PLG ini, ada satu poto yang lumayan bagus pas turun di sungai Luk Ulo Karangsambung, dilihat-lihat kesannya jadi seperti peneliti muda ya... hihi, atau malah seperti penjual batu sedang pusing ngitung utang..

bukan karena ingin PUP


On a lighter note UAS sudah selesai dan tinggal nunggu nilai keluar semua, semoga SIAKAD memberkati kami, makhluk yang jarang masuk kuliah dan mengerjakan UAS berbekal belajar main PES.. amiin

Seperti yang sudah ditulis diawal, belakangan ini saya sering merasa gelisah sendiri atau cemas, banyak tanggungan yang belum diselesaikan atau bahkan belum dimulai untuk dikerjakan. Saya khawatir kalau semua itu pada akhirnya tidak bisa saya selesaikan semua, semuanya hanya akan jadi tumpukan sampah yang memenuhi pikiran. Semakin hari, semakin mendekati deadline, semakin kacau pula pikiran. Ya, saat seperti ini seharusnya ada teman bercerita yang bisa mendengarkan, syukur memberi masukan atau support. Tapi, look, I m alone, no body want just hear my damn tale. Except my best that called my girl, but she leave me 2 month ago, by her dream and wish.. ke Jakarta

Oke, memang saya punya banyak teman. Dirumah, dikampus, ditempat kerja dulu, atau teman SMP-SMA. Setiap hari saya bisa ketemu hampir dengan semua teman saya tadi, misal; pagi dikampus, sore ditempat kerja dulu, malam dirumah, atau online bareng teman SMP-SMA, tapi sekali lagi hampir kepada semua teman saya merasa canggung untuk mengeluh.

Saya bukan orang yang sombong atau gengsi untuk ngeluh, tapi rasanya terlalu egois kalau saya memaksa teman saya untuk ikut memikirkan atau mencemaskan keadaan saya (walaupun seperti itu sebenarnya esensi dari berbagi dan berteman,) semua teman saya selalu baik pada saya, tidak akan bosan atau membeci saya hanya karena saya mengeluh tentang diri saya, lagipula mereka juga sering melakukan itu, but. Hey, I still can’t .. Hanya disini mungkin saya bisa bebas menceritakan semuanya, mungkin juga tidak semuanya..

Ngomong soal teman, sudah hampir dua bulan saya tidak nongkrong dirumah teman yang biasanya hampir setiap hari kesana untuk sekedar nonton TV rame-rame atau nongkrong didepan rumahnya, sekarang dia kerja di satu tempat yang mengharuskannya untuk masuk malam setiap hari. Hampir dua bulan pula sudah gak jalan bareng dengan teman-teman (gak peduli terdengar labil dan homo banget) Yang lain? Sama saja, sibuk kerja dan kuliah.. dan semua itu memang bukan satu kesalahan, tidak ada yang bisa disalahkan, karena normal dan alami, semakin bertambah dewasa kita semakin fokus pada diri sendiri.

Saya juga semakin banyak meninggalkan teman-teman rumah saya dengan segala ke-sok-sibukan saya. Hanya yang saya takut saat kita berkumpul lagi seperti biasa, kita sudah kehilangan feel untuk berbagi semaunya, dan semoga saja itu hanya ketakutan belaka. Sahabat sejati tidak akan pernah lupa caranya untuk membuat sahabatnya tertawa dan bangga.
backsound: Endank Sokamti - Long Live My Family

Buat teman-teman kasper:  Gepeng, Rela, Kecret, Mbambang, Sibos, Pentong, Bolang, Mincie, Gombel, dan banyak lagi.. nunggu kapan buat kumpul semua, setiap hari dirumah gepeng, malam minggu di perempatan punokawan (salah satu gang dikampung kami), main bola yang jarang serius, jalan keluar hampir seperti geng motor dijalan dan menamainya “Pesta Bujang”, atau nunggu sahur dimasjid bareng-bareng pas bulan puasa (sekarang dua minggu mendekati bulan puasa), dan bareng-bareng untuk merealisasikan mimpi-mimpi kita agar kampung kita tidak hanya dikuasai orang-orang tua yang suka mabuk, lihatlah kami kreatif dan positif (hahaha)..
 yang pake kaos kerah pink itu sebenarnya adalah gembel

yang pasti, buber dengan kostum seperti ini akan seperti pelayan resto nya

ya, saya yang paling unyu (jijik)

pose menendang bola Frank lampard
kami juga pernah labil

Jadi terdengar lebay dan terkesan ababil banget gak ya?! Entahlah, just don’t care.. stay in our habbits!!

Mungkin segini dulu postingan kacau dan nyampah saya. Sekacau dan banyak sampah pikiran sendiri. Tapi, tunggu, kalau tidak nyampah disini, mau dimana lagi??

Tidak ada komentar:

Posting Komentar