22 Juni 2012

Kalau Saya Punya Jenggot, Akan Seperti Ini

Oh my goose (ya angsaku)...

Saya juga gak tau kenapa saya manggil angsa,

Minggu ini UAS dimulai, hari dimana umat manusia dikumpulkan jadi satu, amal baik dan buruk ditimbang, dan bumi dihancurkan sampai gunung beterbangan seperti inai-inai... tunggu, ini UAS atau kiamat?.. sepertinya saya mulai gak bisa membedakan antara ujian dengan kehancuran umat manusia yang digambarkan di kitab suci -____- ..

Well, UAS bagi saya lebih mirip kiamat kecil yang menghancurkan umat mahasiswa yang gembel dalam belajar dan pelajaran seperti saya ini. Jadi jangan tanya kalau saya stres bukan karena sulitnya bahan ujian, tapi karena gak punya bahan ujian.

Tapi sekarang sudah agak santai, soalnya ujian-ujian yang paling sulit sudah terlewati, tinggal menyisakan setengah perjalanan ujian minggu depan (buset ngomongnya udah kayak perjalanan mengambil kitab suci kebarat). Padahal tepat 24 jam yang lalu saya masih bergulat dengan laporan praktek geo tanah dan materi dua mata kuliah dari neraka (hidrologi dan kartografi).. sekarang saatnya main PES sambil kipas-kipas pakai kertas data praktek geo tanah, hahaha.. tapi tunggu, besok masih ujian teori geo tanah, sekali lagi OH MY GOOSE!!..

Sudah-sudah, pembahasan tentang ujiannya lebih baik kita sudahi saja, berhubung kalau saya nulis tentang ujian juga gak menambah kepintaran dan kemampuan kita dalam mengerjakan ujian, so kita sudahi saja tulisan ini.. backsound: kangen band-sudah usai sudah.

Berhubung cara belajar konvensional (membaca buku, membuka ppt sampi mata sipit sebelah) terlalu menyiksa buat saya, saya pun punya cara belajar sendiri, yaitu belajar sepuluh menit dengan selingan main PES atau nonton film setengah jam, walaupun sepertinya tidak seimbang, yang penting belajar..

Dan Selasa malam kemarin, ditengah saya belajar geomorfologi. Saya sempet nemu film yang berseting abad 17 di Prancis, kalau gak salah judulnya Three Musketers, filmnya bercerita tentang tiga pasukan atau bisa dikatakan pahlawan yang tidak diakui oleh kerajaan Prancis, padahal mereka sangat berdedikasi jika dibanding pasukan aslinya.

Filmnya cukup bagus, yang main keren-keren. Dan yang membuat saya sedikit heran adalah hampir semua tokoh, termasuk semua anggota Three Musketers brewokan atau punya jenggot, mungkin karena ceritanya abad 17. Terlihat jelas mereka keren sekali dengan jenggot yang numbuh kemana-mana. Memang pria punya ketela, maksudnya punya selera, sori.. Dan sepertinya pria yang punya jenggot itu lebih sangar, kecuali Ivan Gunawan yang pernah menumbuhkan jenggot.

Setelah nonton film itu saya mulai mikir, oiya, kenapa saya gak menumbuhkan sendiri jenggot dan kumis (kalau kumis sudah tumbuh kemana-mana)saya sendiri. Mulai saat itu saya mulai nanya-nanya bagaimana cara menumbuhkan jenggaot dengan cepat, saya sempat berniat untuk bertanya pada orang pintar mengenai masalah ini. Dan sempat bertanya pada orang pintar beneran (tetangga saya lulusan S2 teknik mesin ITB, dan sedang S3 di UGM) tapi saya batalkan setelah tau dia gak punya jenggot. Dan akhirnya saya mendapat pencerahan dari kakek saya yang memang sudah sangat berpengalaman didunia perjenggotan, sampai jenggotnya putih semua (entah karena faktor pengalaman atau faktor umur).

Menurut kakek saya, cara paling sederhana untuk menumbuhkan jenggot dengan cepat adalah memakai kemiri. Caranya; kemiri dibakar sampai gosong, lalu diperas sampai keluar minyak, minyak ini yang dioleskan ke janggut. Awalnya setelah membakar kemiri tersebur, saya berkhayal pengen menumbuhkan jenggot dalam waktu semalam. Tapi takdir berkata lain, sore saya lakukan itu (mbakar kemiri) dan keesokannya saya lihat dikaca ternyata belum terjadi apa-apa dengan jenggot saya, akhirnya saya menyerah. Kelihatannya memang gak ada bakat saya jadi seperti Gerard Pique....

Tapi, sebagai mahasiswa yang tanggap akan keadaan lingkungan sekitar,  iseng-iseng saya mensimulasikan diri bagaimana dengan muka saya kalau tiba-tiba saat bangun tidur pagi-pagi mendadak saya punya jenggot panjang dan lebat..

Ini foto yang saya gunakan sebagai eksperimen, awalnya foto ini rencananya untuk foto KTP setelah lulus SMA dulu. Tapi saya batalkan setelah tau kalau background poto harus polos (entah siapa yang goblok) dan ada potongan jari di sebelah kiri poto.Punyu-munyu sekali bukan,, sampai-sampai saya gak tau kalo potonya didepan jemuran sprei bergambar lumba-lumba.




Dan, beberapa simulasinya adalah....

1. jenggot dan kumis lebat, tapi tipis-tipis, model Gerard Pique

 entah, saya merasa jantan kalo kaya gini, andai saja ini bisa dipake buat topeng kemana-mana...


2. Jenggot model iklan obat Fird*us

malah jadi seperti kakek-kakek yang masih ababil


3. Jenggot dan kumis model kerajaan eropa abad 17

 ingat film Pirates of Carribean? bukan, saya bukan bajak laut-nya, saya lebih mirip burung beonya


4. Jenggot model kelebihan hormon

kalo saya pulang dalam keadaan seperti ini, pasti Ibu saya mengira saya baru saja tersesat di hutan selama 15 tahun


5.Jenggot model kaum Hippies, model ini booming di tahun 60-70 an

sepertinya asoy juga kalo punya jenggot seperti ini


6. kumis model Adolf Hitler

sekali lagi, ini malah seperti Jojon waktu masih labil


7. Jenggot model klimis

ini lebih mendingan


Bagaimana, asik juga ternyata kalo saya berjenggot.. Tapi sepertinya, saya lebih suka apa adanya walaupun terlihat seperti ababil kalau tanpa jenggot atau kumis. Itu semua punya waktunya masing-masing. Jadi nikmati saja setiap tahapannya, termasuk tidak punya jenggot. Kalau mau muntah, muntahkan sekarang juga.. *hoek

Saya pria dan punya ketela, wassalam..



Tidak ada komentar:

Posting Komentar