5 Mei 2012

RANGER MERAH, How I'm Proud to Be!!


Saya Wisnu, 19 tahun, single, salah satu rangermerah, dan suka ngupil

sori, jangan muntah, ini rangermerah edisi terbaru

Memang. sedikit janggal dengan ranger merah.. apa saya anggota power ranger? Apakah saya masih ada hubungan darah sama power ranger merah? Ataukah saya suka sempak warna merah?...... ya, pertanyaan yang tidak mutu.. tapi, bukan itu masalahnya... (simpan ranger merah buat cerita dibawah)

Jadi gini, kemarin saya berusaha buat rapi-rapi kandang kamar. Tanpa saya duga, banyak sampah berserakan, kertas-kertas berhamburan, kaos kaki bergelimangan, sempak beterbangan, dan bencong berdandan, *ini kamar apa gudang??.. yah, memang, kamar saya sudah lebih enam beberapa bulan tidak saya jamah. Masuk kamar hanya buat numpang tidur setelah lewat jam sebelas malam sampai jam enam. Jadi mindset dikepala saya; buat apa bersih-bersih kamar kalo hanya buat tidur saja. Sekotor apapun gak akan terasa kalo tidur.

Tapi, semua berubah sejak saya gak bisa-bisa tidur karena mencium bau tai cecak. Entah dosa apa saya sampai ada cecak berani pup dikamar saya! Terpaksa jadi mencari-cari dan membersihkannya, yang akhirnya nemu di samping kasur, oh shit! (silakan duduk). Setelah membersihkan tai cecak itu, saya jadi lihat-lihat lagi ke sekeliling kamar. Tenyata memang kamar saya sudah kotor dan berantakan sekali, seperti kapal jatuh, pecah, dibanting, dinjak-injak, disapu, diserok, dimasukan ke tong sampah, dibuang kekali (kapal pecah versi mainan).

Nah, pas bersih-bersih kamar (yang terasa seperti bersih-bersih stadion senayan) itulah, saya nemu buletin HMPG edisi OSPEK saya. Iseng-iseng saya buka, saya baca, terus saya ajak bicara.. jadi keingat; wow, saya pernah ababil,, (ehm bukan, bukan ini).. wow, dulu saya pernah merasa pengen bisa seperti kakak-kakak angkatan yang eksis di HMPG (karena prestasi tentu saja).

Ya, sebelum saya pertama ospek dan masuk kuliah, saya biasa-biasa saja ketika lihat pengumuman penerimaan SNMPTN di webnya. Bahkan jujur saya sempat kecewa, karena saya gak keterima di Teknik Mesin UNY, pilihan pertama saya. Saya keterima di pilihan kedua, yaitu Pendidikan Geografi UNY. Motif pemilihan jurusan saat itu, jelas pilihan pertama karena saya berasal dari SMK mesin, dan pilihan kedua karena pelajaran yang paling asik selama sekolah dulu adalah Geografi, bukan apa-apa, soalnya dulu pas SMP pelajaran ini yang paling sering kosong, karena kekurangan guru Geografi..hahaha

Tapi, perasaan biasa-biasa saya berubah saat saya mendaftar OSPEK, saya lihat stan jurusan Geografi lebih menarik daripada stan-stan jurusan lainnya, ada semacam kekuatan yang menarik saya kesana (entah apa) dan membisikkan kata “datanglah, datanglah kau pria ganteng....” dan akhirnya saya kesana, karena memang tujuan saya kesana untuk mendaftar OSPEK. Ditambah kakak-kakak yang jaga stan ramah dan lumayan helpfull (penuh bantuan, mungkin mantan pemadam kebakaran).

Kesan beda pada HMPG (himpunan mahasiswa pendidikan geografi) bertambah saat display ormawa pas OSPEK universitas di GOR UNY dan di OSPEK fakultas. Di GOR, display hampir berbarengan dengan semua ormawa seluruh UNY dan UKM-UKMnya, tapi HMPG tetap kelihatan beda dari ormawa lainnya. Mereka membawa spanduk besar, tenda dome dan banyak lagi, pokonya beda dari ormawa-ormawa lain (lebih  menarik).

Di display OSPEK Fakultas, HMPG jadi ormawa yang paling keren (menurut saya) karena ada acara bersepeda keliling taman, dan dilakukan oleh banyak orang. Saat itu saya mikir kalau HMPG memang paling kompak dibanding ormawa lain.

Cerita berlanjut ke OSPEK jurusan, dimana OSPEK internal jurusan dilakukan. Memang pas TM pertama kali, kelihatan kalau kakak-kakak angkatan masih kaku. Tapi pas OSPEK jurusan dimulai, suasana kekeluargaan yang penuh dengan canda segera terasa (ini serius). Acara OSPEK jurusan, walau ada pengecekan penugasan (ya iyalah), tapi tidak ada kesan kaku karenanya. Nonton film buatan anak-anak HMPG semakin menambah keakraban. Satu kakak angkatan yang maju kedepan dan memperkenalkan dirinya sebagai RANGERMERAH dengan wajah tanpa dosa bilang “saya adalah RANGERMERAH”.. membuat saya kebelet buat memakai baju kebesaran mereka: RANGERMERAH.

Saat itu, saya melihat orang-orang yang ada di OSPEK jurusan beda banget dengan orang-orang yang ada di OSPEK fakultas maupun di OSPEK universitas. Mereka (HMPG) lebih simple, lebih apa adanya dan tanpa slogan-slogan yang membosankan daripada orang-orang di OSPEK fakultas. Waktu itu, saya berkata dalam hati; “wow, saya beruntung bisa masuk disini, dengan orang-orang dan suasana yang menyenangkan juga membangun” (bukan, bukan pabrik semen)

Saya lebih suka orang yang jujur, apa-adanya, dan lebih mengutamakan tindakan nyata daripada berteori dan berteriak sloganistis (they are just dump shit I know). Orang-orang seperti ini hanya saya temukan di HMPG, bukan di Fakultas maupun di Universitas.

OSPEK jurusan sukses merubah mindset saya pada HMPG.

Hari-hari pertama masuk kuliah saya seperti yang terjadi pada umumnya: masuk hari pertama dan sukses telat setengah jam-> mulai kenalan dengan teman baru-> mulai banyak teman-> mulai nyari teman yg baik dan bisa diutangi (hehe)->  tau toilet ada dimana-> pipis ditempat yang seharusnya-> LULUS. (terlalu cepat, sepertinya).

Beberapa acara yang punya arti penting dalam perjalanan saya jadi Rangermerah:

      1. ESCARPMENT di Parangtritis. Kami para maba yang masih imut dan sedikit labil, dibawa dalam satu acara bernama Escarpment. Semacam OSPEK jilid 2 yang lebih keras dan lebih menantang (se-menantang iklan susu Bebelac) , we did it. Jalan kaki dari pantai (entah apa namanya) ditimur pantai Kuwaru sampai ke pantai Samas, ditambah jalan malam di hutan cemara dan padang pasir pantai Depok. Dan berakhir pas subuh. Dengan beberapa pos yang.. horor.

Pelajaran: ESCARPMENT membuat saya jadi mikir kalau selain kebersamaan dan kekeluargaan, di HMPG juga harus punya ketahanan dan keberanian.

muka-muka lusuh sesaat setelah penyiksaan... saya gak ada   #buka banci poto

      2.  MAKRAB di Kaliurang, acara ini lebih nyantai daripada escarpment karena gak ada acara renang dipasir dan nyium bumi-nya. Full seneng-seneng dan pengakraban, mulai dari anak angkatan 2011 sampai angkatan 1984 (setelah diteliti lebih lanjut, ternyata adalah dosen). Acaranya yaitu; game, pensi dan outbond.

Pelajaran: Dari sini, mengenal dan mengakrabi keluarga yang lebih tua adalah hal mutlak yang harus dilakukan.

foto diambil dari jarak tiga kilometer....... saya gak ada.. #bukan banci poto


            3.  SEMARAK Geografi, ini acara hima (HMPG) pertama yang saya ikuti. Awalnya iseng buat ndaftar jadi panitia SEMARAK Geografi bareng salah satu teman, dan yang ketrima adalah saya. Entah motivasi apa saya memilih Seksi Perlengkapan (perkap) untuk acara ini, yang jelas mulai saat itu, setiap acara HMPG saya selalu jadi kru perkap.

      Acaranya sendiri berupa gabungan dari beberapa acara besar, seperti; SEMINAR NASIONAL, LKTI, LOMBA POSTER, dan LCCG. Yang saya tau acara ini akan jadi even besar yang menarik peserta dari berbagai kota di Indonesia, yang saya gak tau, jadi kru perkap membuat saya harus mengalami disfungsi tulang dengkul saking lelahnya.

Pelajaran: mulai detik ini, saya berharap bisa pensiun dari status Perkap-Man.

 ini pas evaluasi selesai acara, saya gak ada.... #bukan banci poto
  
            4.  OPEN RECKRUITMEN dan UPGRADING HIMA
Sewaktu ada pengumuman akan ada open reckruitmen HMPG, tanpa pikir panjang, saya langsung tertarik dan minta formulir pendaftaran. Saat itu mendadak saya jadi galau, beberapa pertanyaan dan pilihan bidang yang akan dituju, sukses membuat saya sampai minta petunjuk pada pohon pisang samping rumah yang konon ada penunggunya, semacam siluman piring dan gelas (karena jadi tempat pembuangan pecahan kaca).

Jujur, saat itu saya bingung mau milih bidang apa. Mau ke KESVOMA (kesejahteraan dan advokasi mahasiswa) tapi menyejahterakan diri sendiri saja masih angin-anginan, mau ke MIBA (minat bakat) satu-satunya bakat yang saya punya adalah main kelereng tanpa peraturan, atau mau ke JI (jurnalistik & informasi) tapi satu-satunya acara berita yang saya sukai adalah Silet.

Akhirnya saya milih Kesvoma dan JI, setelah tau kalau pendaftaran jadi ketua HMPG sudah ditutup. Dan saya keterima di JI.

UPGRADING HIMA memberi banyak pelajarannys, terutama banyak hal tentang keorganisasian, dan kepemimpinan.

Pelajaran: langkah pertama dan utama untuk melakukan sesuatu dan memberi kontribusi positif dalam satu lingkungan adalah masuk kedalamnya.

 tau kan.. mana yang paling cakep gembel,, yak betul, tepat dibelakang pria berkacamata frame putih


Sampai sekarang saya masih sempat mikir dan bilang dalam hati dengan ketidak-percayaan “wow,  rangermerah itu sekarang sedang saya pakai”. Seorang kakak angkatan pernah berkata (entah siapa dan dimana), kalau “rangermerah, selain membuat bangga pemakainya. Juga berarti si pemakai memiliki tanggungjawab sebagai seorang ranger (pecinta alam)", dan saya jadi ingat warna merah adalah lambang keberanian.


Ya, saya mengerti, mencintai alam juga mebutuhkan keberanian, terutama keberanian melawan diri sendiri yang penuh ego dan penuh nafsu merusak. 



 (tanda panah) ranger merah bertampang idiot

 rangermerah-nya banyak, yang paling gembel ada dipojokan......  #dingin

 berasa seperti Tarzan yang sedang membabat singa rabies

 foto RANGERMERAH paling ganteng: hasil perkawinan silang antara rangermerah palsu dengan siluman bungkus laptop

4 komentar:

  1. wisnu..sumpahh tulisan-mu bagus bgt,, bikin ngakak gokil abiss,, pokoknya lanjutin terus deh ceritamu...aq juga bangga ikut bagian sbgai #RANGERMERAh,, hihi SemangaD!!!

    BalasHapus
  2. komentar 1 dan 2 adalah komentar yang membangun dan bermutu....
    komentar 3: (sebenernya males nanggepi :D)tapi, orang gila yang beruntung adalah orang gila yang bisa masuk HMPG...hahaa

    BalasHapus